Puisi tentang Kakek: Setelah Dia Tiada, karya Jusmaniar Dly
Foto by: Basoeki Abdullah Paint
Setelah Dia Tiada
Oleh: Jusmaniar Dly
Engkau teladan hidup
tempat belajar menuntut ilmu
Aku lalai,
Aku menyesal,
Aku rindu,
betapa ruginya
seandainya dulu mendengar
nasehatmu
tentu banyak ilmu
yang diperoleh
Engkau adalah persona
yang luar biasa
mengajarkan adab dan etika
itulah seorang kakek
Lobe Wahid
Air mata mengalir tiada henti
menyesali apa yang telah berlalu
tapi apa daya
tak berguna lagi
sebuah penyesalan yang tiada berkesudahan
Dalu-Dalu, 16-2-2026
Jusmaniar Dly. Kelahiran Paringgonan, 7 Februari 1973. Menulis puisi sejak 2023. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media massa dan terangkum dalam antologi: Organ Mawar, Benih-benih Suram, Fetussaga Menanti. Puisi, Kurcaci dan Langit Cekung Basah. Serenade Segenggam Uban dan Ruh di Bawah Loteng.
Kini aktif menulis puisi di kelas puisi Asqa Imagination School (AIS) #66. IG: @jusmaniarsag


Komentar Via Facebook :