# ASQA
-
Puisi tentang Kenangan: Sebuah kematian di balik tenang Air laut, Karya Yuda Septiadi Pratama
Sebuah Kematian di Balik Tenang Air Laut Oleh: Yuda Septiadi Pratama Sejauh mataku -
Puisi tentang Karya: Kata Adalah Seni, karya M. Zaki Al Mufid Surya
Kata Adalah Seni Oleh: M. Zaki Al-Mufid Surya Lembaran baru yang -
Puisi tentang Emosi: Mengapa, karya Alif Israqi
Mengapa Oleh: Alif Israqi Mengapa hanya aku. Mengapa hanya dia. Mengapa hidup aku -
Puisi tentang Diri Sendiri: Pujakusuma, karya Senandung Kusuma
PUJAKUSUMA Oleh: Senandung Kusuma Tapis Berseri, fajar membuka tirainya, langit menenun doa -
Puisi tentang Dia: Mahar, karya Loym R. Sitanggang
Mahar Oleh: Loym R. Sitanggang Ia datang dan pergi semau hati. Serupa almanak -
Puisi tentang Kehidupan: Penjual Nasi Uduk, karya Intan Hafidah NH
Penjual Nasi Uduk Oleh: Intan Hafidah NH pagi telah kau tata rapi di dalam serinjing -
Puisi tentang Tempat: Di Bawah Awan Hitam, karya Dian Riasari
Di Bawah Awan Hitam Oleh: Dian Riasari Bertanda 14, bayang hitam kematian -
Puisi tentang Akasia: Asa Sepanjang Masa, karya Iin Oyon
Asa Sepanjang Masa Oleh: Iin Oyon Selalu bersamamu dalam diam adalah mimpi wahai -
Puisi tentang Mimpi: Jalan Harapan, karya Jusmaniar Dly
Jalan Harapan Oleh: Jusmaniar Dly Merah menyala tiada henti berbuat untuk -
Puisi tentang Tembok: Yang Tidak Tercatat dalam Sejarah, karya Setiabasa
Yang Tidak Tercatat Dalam Sejarah Oleh: Setiabasa Di utara Inggris, batu-batu





.jpeg)
.jpeg)




