# ASQA
-
Puisi tentang Kehidupan: Penjual Nasi Uduk, karya Intan Hafidah NH
Penjual Nasi Uduk Oleh: Intan Hafidah NH pagi telah kau tata rapi di dalam serinjing -
Puisi tentang Tempat: Di Bawah Awan Hitam, karya Dian Riasari
Di Bawah Awan Hitam Oleh: Dian Riasari Bertanda 14, bayang hitam kematian -
Puisi tentang Akasia: Asa Sepanjang Masa, karya Iin Oyon
Asa Sepanjang Masa Oleh: Iin Oyon Selalu bersamamu dalam diam adalah mimpi wahai -
Puisi tentang Mimpi: Jalan Harapan, karya Jusmaniar Dly
Jalan Harapan Oleh: Jusmaniar Dly Merah menyala tiada henti berbuat untuk -
Puisi tentang Tembok: Yang Tidak Tercatat dalam Sejarah, karya Setiabasa
Yang Tidak Tercatat Dalam Sejarah Oleh: Setiabasa Di utara Inggris, batu-batu -
Puisi tentang Refleksi: Kau Tak Asing, karya Syalmiah
Kau Tak Asing Oleh: Syalmiah bila kau kembali pada waktu ini padaku hatimu, bayangmu, -
Puisi tentang Waktu: Pukul 06 Kembali 06, karya eRose
Pukul 06 Kembali 06 Oleh: eRose Kulewati tanpa kata bosan mencium bibir waktu tepat di pukul 06 -
Puisi tentang Pengakuan: Gelisah di Ujung Subuh, karya Vitriah B. Laga
GELISAH DI UJUNG SUBUH Oleh: Vitriah B. Laga Di dada insan, iman adalah mutiara, angin dunia -
Puisi tentang Kenangan: Cipta Bahagia, karya Hajriah RE
Cipta Bahagia Oleh: Hajriah RE Jalan itu masih sama seperti dulu Saat kaki melangkah -
Puisi tentang Pasar Tradisional: Galih Kangkung, karya Dian Riasari
Galih Kangkung Oleh: Dian Riasari Tutur ibu, pergilah ke pasar tempat daun-daun pelajaran
.jpeg)
.jpeg)









