Puisi tentang Puisi: Selasar Pulang, karya Hafizha Nabilah Zhafarina
Selasar Pulang
Oleh: Hafizha Nabilah Zhafarina
Baris-baris suaka tanpa dinding
tempat keluh meluruh tanpa takut runcingnya gunjing.
Di hadapan sajak, tak ada meja penghakiman,
hanya keterbukaan membasuh perih keheningan.
Puisi berubah menjadi hantu
Lindap ke batin mereka
Insan-insan gemar menuding melampaui batas kepala
memenjara sayap kata ke sempitnya sangka
Puisi tak akan mati karena telunjuk kaku
ia perjalanan pulang
Aku kian merajut aksara menjahit luka demi luka
hingga bait tak lagi sekadar suara
Menjelma nurani bangun rumahnya sendiri
Menetap abadi di palung pembaca
Bekasi, 11 Februari 2026
Hafizha Nabilah Zhafarina. Lahir di Kota Pahlawan tiga dekade silam. Baginya, menulis adalah ruang abadi untuk mengarsipkan isi kepala dan caranya untuk menolak lupa.
Setelah sempat terjeda, Hafizha mulai kembali menekuni dunianya di akhir 2025, yang ditandai dengan terbitnya buku antologi puisi bersama.
Kini, ia sedang mempertajam gaya menulis dan imajinasinya di Asqa Imagination School (AIS).
Temukan cerita dan tulisannya di IG: @hafizhanabilahzhafarina


Komentar Via Facebook :