# PROSA
-
Puisi tentang Bencana Sumatera 2025: Retakan Pintu Langit, karya Syalmiah
Retakan Pintu Langit Oleh: Syalmiah subuh mengubur bayang Aceh, Sumatra mengeja luka bencana -
Puisi tentang Healing: Setangkai Kembang Ganyong, karya Dwita Utami
SETANGKAI KEMBANG GANYONG Oleh: Dwita Utami Di antara ribuan cerita yang pernah datang Ada -
Puisi tentang Kenangan: Renjana Asa di Sungai Ingatan, karya Loym R. Sitanggang
Renjana Asa di Sungai Ingatan Oleh: Loym R. Sitanggang kunamai dia kenang tak -
Puisi tentang Cinta: Sinar Mentari, karya Ibune Daniel
Sinar Mentari Oleh: Ibune Daniel Setiap saat mentari terbit di ufuk timur Sinar memancar -
Puisi tentang Jiwa: Rahasia Suci Pada Waktunya, karya Esti Rusia
Rahasia Suci Pada Waktunya Oleh: Esti Rusia terlipat rapat di sudut gua tipis kulit pudarkan -
Puisi tentang Ibu: Senja Kita Berbagi Rahasia, karya Tri Suci Handa Yani
Senja Kita Berbagi Rahasia Oleh: Tri Suci Handa Yani Di bawah langit yang menua warna, -
Puisi tentang Ibu: Ibu dalam Setiap Langkah, karya An Nuna
Ibu dalam Setiap Langkahku Oleh: An Nuna Detik jadi menit, Menit jadi jam, Jam menyatukan -
Puisi tentang Kenangan: Masa Kecilku, karya Afrilia Ningtyas
Masa Kecilku Oleh: Afrilia Ningtyas Di halaman rumah yang kecil, langkah kaki gemetar -
Puisi tentang Ibu: Cahaya Ibu, karya Iin Jeffry
CAHAYA IBU Oleh: Iin Jeffry apalah dayaku tanpamu, Ibu tempat setia tampung keluhan belaian -
Puisi tentang Refleksi: Tubuh yang Bercahaya, karya Galuh Duti
Tubuh yang Bercahaya Oleh: Galuh Duti lihatlah peluh di pelipis adakah tersisa





.jpg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


