# PROSA
-
Puisi tentang Tradisi: Kapi Parasi, karya Srikandi Sukma
Kapı Parası (uang pintu) Oleh: Srikandi Sukma senyuman pengantin bak bidadari berdiri -
Puisi tentang Kepergian: Pulang Melayat Kawan, karya Daris Kandadestra
Pulang Melayat Kawan Oleh: Daris Kandadestra Aku pulang, kawan. Pulang pada gema -
Puisi tentang Momen: Libur Dan Malam, karya Jusmaniar Dly
Libur Dan Malam Oleh: Jusmaniar Dly Libur, suatu yang menyenangkan semua orang -
Puisi tentang Tempat: Di Bawah Awan Hitam, karya Dian Riasari
Di Bawah Awan Hitam Oleh: Dian Riasari Bertanda 14, bayang hitam kematian -
Puisi tentang Tembok: Sang Penyekat, karya Lyra
Sang Penyekat Oleh: Lyra Aku dinding yang angkuh Berdiri tegak di antara dua -
Puisi tentang Pengkhiatan: Cinta-Tahta, karya Fitri Lestari
Cinta-Tahta Oleh: Fitri Lestari, S.Pd.SD Bukan harta tahta dan mahkota Kasih insan sejati -
Puisi tentang Akasia: Memoar Akasia, karya Fatkhirrohman ZA
Memoar Akasia Oleh: Fatkhurrohman ZA Tempat hara minim bermukim Aku menjulang -
Puisi tentang Waktu: Pukul 06 Kembali 06, karya eRose
Pukul 06 Kembali 06 Oleh: eRose Kulewati tanpa kata bosan mencium bibir waktu tepat di pukul 06 -
Puisi tentang Pengakuan: Gelisah di Ujung Subuh, karya Vitriah B. Laga
GELISAH DI UJUNG SUBUH Oleh: Vitriah B. Laga Di dada insan, iman adalah mutiara, angin dunia -
Puisi tentang Kenangan: Cipta Bahagia, karya Hajriah RE
Cipta Bahagia Oleh: Hajriah RE Jalan itu masih sama seperti dulu Saat kaki melangkah
.jpeg)


.jpeg)







