# SASTRA
-
Puisi tentang Tembok: Sang Penyekat, karya Lyra
Sang Penyekat Oleh: Lyra Aku dinding yang angkuh Berdiri tegak di antara dua -
Puisi tentang Pengkhiatan: Cinta-Tahta, karya Fitri Lestari
Cinta-Tahta Oleh: Fitri Lestari, S.Pd.SD Bukan harta tahta dan mahkota Kasih insan sejati -
Puisi tentang Akasia: Memoar Akasia, karya Fatkhirrohman ZA
Memoar Akasia Oleh: Fatkhurrohman ZA Tempat hara minim bermukim Aku menjulang -
Puisi tentang Pengkhiatan: Kepergianmu, karya Ade Septiani
Kepergianmu Oleh: Ade Septiani Bukan tentang siapa yang lebih terang, Di antara -
Puisi tentang Mimpi: Jalan Harapan, karya Jusmaniar Dly
Jalan Harapan Oleh: Jusmaniar Dly Merah menyala tiada henti berbuat untuk -
Puisi tentang Suasana: Cengkerama Pagi, karya Hajriah RE
Cengkerama Pagi Oleh: Hajriah RE Mulai pukul empat pagi, riuh suara pecah sunyi Bersahutan -
Puisi tentang Refleksi: Kau Tak Asing, karya Syalmiah
Kau Tak Asing Oleh: Syalmiah bila kau kembali pada waktu ini padaku hatimu, bayangmu, -
Puisi tentang Tahta: Sanalun di Muha Galuh, karya Rubaida eRose
Sanalun di Muha Galuh Oleh: Rubaida eRose Sari waktu sembunyi dalam kendi -
Puisi tentang Waktu: Pukul 06 Kembali 06, karya eRose
Pukul 06 Kembali 06 Oleh: eRose Kulewati tanpa kata bosan mencium bibir waktu tepat di pukul 06 -
Puisi tentang Pengakuan: Gelisah di Ujung Subuh, karya Vitriah B. Laga
GELISAH DI UJUNG SUBUH Oleh: Vitriah B. Laga Di dada insan, iman adalah mutiara, angin dunia











