# SYAIR
-
Puisi tentang Cinta: Arus Dua Dunia, karya Hafizha Nabilah Zhafarina
ARUS DUA DUNIA Oleh: Hafizha Nabilah Zhafarina Di ambang langit, Adam Hawa melepas jubah -
Puisi tentang Masa Kecil: Permen Gulali, karya Amalia Ramadanti
Permen Gulali Merah Oleh: Amalia Ramadanti Adzan zuhur jatuh di atap mushola. Mengawali tawa -
Puisi tentang Diri Sendiri: Keyboard Diri, karya Rakhmanoen
Keyboard Diri Oleh: Rakhmanoen aku serupa tombol spasi memberi jeda antarkata ketika -
Puisi tentang Legenda: Danau Toba, karya Junaidah Sidabalok
Danau Toba Oleh: Junaidah Sidabalok Sejauh mata memandang, kau tak habis -
Puisi tentang Sayuran: Amaranthus, karya Kartika Eka Hesti
Amaranthus Oleh: Kartika Eka Hesti Di pinggiran rumah yang mungil Engkau tumbuh begitu -
Puisi tentang Bencana Sumatera 2025: Retakan Pintu Langit, karya Syalmiah
Retakan Pintu Langit Oleh: Syalmiah subuh mengubur bayang Aceh, Sumatra mengeja luka bencana -
Puisi tentang Healing: Setangkai Kembang Ganyong, karya Dwita Utami
SETANGKAI KEMBANG GANYONG Oleh: Dwita Utami Di antara ribuan cerita yang pernah datang Ada -
Puisi tentang Kenangan: Renjana Asa di Sungai Ingatan, karya Loym R. Sitanggang
Renjana Asa di Sungai Ingatan Oleh: Loym R. Sitanggang kunamai dia kenang tak -
Puisi tentang Ayah: Seblang Simplex, karya Ike Novita Indraswari
Seblang Simplex : Bapak Sukani Oleh: Ike Novita Indraswari 1/ Bapak selalu mendahului -
Puisi tentang Cinta: Sinar Mentari, karya Ibune Daniel
Sinar Mentari Oleh: Ibune Daniel Setiap saat mentari terbit di ufuk timur Sinar memancar








.jpeg)


