Puisi tentang Cinta: Arus Dua Dunia, karya Hafizha Nabilah Zhafarina
ARUS DUA DUNIA
Oleh: Hafizha Nabilah Zhafarina
Di ambang langit, Adam Hawa melepas jubah cahaya
Bujukan bukan sekadar gigitan buah
Tapi rasa ingin tahu tentang menjadi manusia
Mereka tidak jatuh, mereka diturunkan—
Menuruni tangga udara menuju tanah keras
Membawa rindu tertinggal di balik pagar awan
Surga kenangan, bumi ujian.
Aku melihat kita pada Jack dan Rose
Mereka bukan pesiar, mereka berpindah dunia
Kapal itu dunia kecil angkuh, berlari membelah dingin.
Tiap dunia tunduk pada hukumnya
Adam menukar surga dengan peluh,
Jack menukar napas dengan keselamatan Rose.
Cintaku padamu tak sebidang
Kita di dua nasib dan takdir
Duniaku hutan rimba dirambah doa
Duniamu dituntun amal ibadahmu
Peluit kapal sudah lama diam
Khuldi lama tertelan
Aku, masih belajar menjejak bumi
Tanpa bayang-bayang di sisiku.
Bekasi, 16 Januari 2026
Hafizha Nabilah Zhafarina. Lahir di Kota Pahlawan tiga dekade silam. Baginya, menulis adalah ruang abadi untuk mengarsipkan isi kepala dan caranya untuk menolak lupa.
Setelah sempat terjeda, Hafizha mulai kembali menekuni dunianya di akhir 2025, yang ditandai dengan terbitnya buku antologi puisi bersama.
Kini, ia sedang mempertajam gaya menulis dan imajinasinya di Asqa Imagination School (AIS).
Temukan cerita dan tulisannya di IG: @hafizhanabilahzhafarina


Komentar Via Facebook :