Puisi tentang Nuh: Nama yang Hanyut, karya Joyce Arifin
Nama yang Hanyut
Oleh: Joyce Arifin
ayah seru namaku
dengan suara kayu
aku jawab dengan angin
semesta tulis namaku
tapi air bah hapus perlahan
aku terlalu percaya pada bumi
aku peluk gunung
ternyata bukan tempat yang tinggi, tapi ego yang coba tegak
namaku hilang di antara ampun dan lupa
jika kelak dunia lahir kembali
ingat aku sebagai anak yang terlambat belajar iman.
Melbourne, 25 Januari 2026
*Inspirasi kisah anak Nabi Nuh yang menolak ikut.
Joyce Arifin. Tinggal di Melbourne, Australia. Suka puisi. Karya-karyanya terhimpun dalam sejumlah antologi. Aktif di Asqa Imagination School (AIS). IG: @joycearifin


Komentar Via Facebook :