Puisi karya Ilham Nuryadi Akbar, Rimpang

Puisi karya Ilham Nuryadi Akbar, Rimpang

Rimpang
Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

Di seribu senin yang lain
usai waktu memahat tubuhku
aku diberi kebebasan menanggal desa-desa yang tertidur
melihat kota-kota yang dipenuhi lampu taman
dan adegan-adegan gila
yang di waktu sempit
sempat aku potret.

Di sini, aku bersaksi:
Bahwa orang-orang mengendarai kematian
meminjam wajah iblis
dan berpura sebagai Jibril 
yang tak pernah Tuhan utus.

Sedang di kening malam
aku meletak doa di tangan ibu yang rimpang
agar nasabnya yang bernasib ramping
diberi rampung
dan ampunan
seluas bumi sang rasul.

Di tanah asing ini
aku ingin membeli angkuh para pedagang
lalu pulang ke tanah kelahiran
menghidu aroma pedesaan
memeluk ibu sekujur badan.

Pematangsiantar, 24 September 2024.

 


Ilham Nuryadi Akbar, lahir di Banda Aceh dan saat ini sedang merantau di Kota Pematangsiantar. Buku pertamanya diterbitkan oleh Alinea Medika Pustaka berjudul Kemarau Di Matamu Hujan Di Mataku. Puisi dan cerpen dimuat pada beberapa media lokal dan nasional seperti: Koran Tempo, Republika.id, Suara NTB, Kumparan.com, Koran Radar Banyuwangi, Sumenep.news, ideide.id, Sastramedia, Lensasastra, Harian Rakyat Sultra, Literasikalbar, Koran Fajar Cirebon, Barisan.co, Negeri Kertas, dll.
Whatsapp: 08111130295
Instagram: @ilhamfellow

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :