Puisi tentang Lakon: Pemuja Benda Mati, karya Nur Royan Firdaus
Pemuja Benda Mati
Oleh: Nur Royan Firdaus
Pada perkumpulan letak-letak bahagia, banyak mata.
Tersimpan sampah-sampah menjijikkan hati.
Lara seseorang sebagai jamuan utama.
Secangkir tetesan pejuang kehidupan tertendang kaki,
Dari tuan pemilik singgasana harta.
Dan pelayan disebut parasit abadi dalam buminya.
Begitu pula dengan permaisurinya.
Senyumnya memegang senjata.
Yang dinama berhati mulia, bertangan ringan, katanya.
Peluk, seolah arti peduli baginya.
Nyatanya, “Apa yang akan kurebut sekali lagi ya?”
Gelora tawa akan selalu menggema pada kerajaannya,
Tanpa berpikir sedang apa.
Lakon manusia terlucu.
pemuja benda mati, seolah abadi.
Jombang, 9 Februari 2026
Nur Royan Firdaus. Seorang introvert yang menyukai senja dan sastra. Saat ini, dia adalah mahasiswi program studi Bimbingan Penyuluhan Islam semester 4. Baginya, menulis sastra bukan hanya menggerakkan pena, tetapi juga merupakan tempat “bercerita” sekaligus sarana untuk penyampai pesan, semangat kepada pembaca. Anda bisa berkenalan di Instagram: @klandestinanindita_


Komentar Via Facebook :