Puisi tentang Masa Kecil: Permen Gulali, karya Amalia Ramadanti

Puisi tentang Masa Kecil: Permen Gulali, karya Amalia Ramadanti

Permen Gulali Merah
Oleh: Amalia Ramadanti

Adzan zuhur jatuh di atap mushola.
Mengawali tawa riang kami saat mengeja alif ba ta.

Begitu sadaqallahulazim menggema.

Aku berlari, menuju rumah Bibi Durmi.
Di saku celana, segenggam biji jagung gemerisik.
Emas kecil yang akan kutukar dengan sebentuk pelangi merah.
Rasanya manis, dengan jejak gosong malu-malu.
Hanya gumpalan tak beraturan pada bilah bambu.
Namun, bagi lidah dan hati kecilku.
Permen gulali merah adalah kemewahan yang paling kurindu.

Taman Rancah Indah, 14 Januari 2026
Amalia Ramadanti merupakan penulis asal Pemalang yang meyakini bahwa puisi adalah potret realitas yang paling jujur. Sejak memulai debutnya pada 2022, karya-karyanya telah dimuat dalam berbagai antologi seperti Akar Serumpun, Anyaman Rasa, dan Sahabat Sepanjang Masa, serta dipublikasikan di kanal digital Tirastimes dan Sepenuhnya.com.
Di sela kesibukannya sebagai seorang ibu, ia terus mengasah kemampuan olah sajaknya melalui Asqa Imagination School dan komunitas COMPETER Indonesia. Saat ini, Amalia aktif berbagi sapa dan karya melalui Instagram @aamaiyaaaa.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :