Puisi tentang Tekanan Hidup: Rindu Suara, Karya Pak Tyqnue Azbynt

Puisi tentang Tekanan Hidup: Rindu Suara, Karya Pak Tyqnue Azbynt

Rindu Suara
Oleh: Pak Tyqnue Azbynt 

Surat cinta BRI memacu darah tinggiku kambuh lagi
Otak mendidih tanpa bara
Jantung berdegup kencang tak karena lari sprint
Salam sapa sopan 
Tanya kabar dari BRI merabunkan tatapku
Fertigo dan migrain berperang di otakku
Duduk sejenak sembari menebar rindu 
Pada suara klunting merdu di telinga
Lalu aku healing ke bilik ATM sembari bermula kerja dengan basmalah 
Apa lacur yang terjadi 
Langit tanpa bintang
Terik menyiksa di benakku
Saldo Anda tidak mencukupi untuk belanja wanita simpananmu di seberang jalan itu
Ah ATM sialan,
Sumpah demi semangkok bakso aku rindu suara klunting.
Dan langit kembali penuh gemintang menaman angkasa raya di malam tiba.
___
Teras Omah, 22 01 25


Pak Tyqnue Azbynt, Alumni dari kelas puisi Asqa Imagination School (AIS), seorang guru madrasah yang telah menulis bareng di berbagai komunitas menulis, dan sudah lebih dari 200 buku, serta 5 buku solo baik antologi puisi, cerpen, pentigraf pun catatan catatan sejarah. Menulis menjadi bagian dari kesehariannya yang menyenangkan.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :