Puisi tentang Dia: Mahar, karya Loym R. Sitanggang
Mahar
Oleh: Loym R. Sitanggang
Ia datang dan pergi semau hati. Serupa almanak tanpa mahar dengan waktu. Antar musim demi musim, terik membakar, gigil meretak tulang. Ia tak peduli.
Setiap angka dalam tubuhnya terlihat marah, walau tak pernah menyerah mencari makna.
Di takhta sepi, beranda pikir tanpa akhir, ia buru waktu seperti kuda pacu yang lebam.
Mendekap segala cara dengan jumawa, kehilangan harum di belantara haram. Di pertarungan itu, ia tak geming.
Pertarungan jasad di sela roh mencari bilangan takdir, ia hadir, dalam sebentuk takzim bernama iman.
Pada akhirnya semua berlalu, di sela rindu, upaya waktu mencoba ramah memberi ruang, hadir utuh bagi jiwa dan tubuh.
Yogyakarta, 5 Juli 2026
Loym R. Sitanggang, lahir di Sumatera Utara lima puluh tahun lalu. Menulis adalah impiannya sejak lama, di tengah kesibukannya sebagai seorang tenaga kesehatan.
Menulis merupakan salah satu cara dia mengekspresikan diri tentang sekelilingnya, memotret kehidupan orang-orang di sekitarnya dengan segala kisah, secara fisik maupun mental. Dia sudah menerbitkan beberapa antologi cerpen juga puisi dan saat ini sedang belajar puisi di Asqa Imagination School angkatan #61. Hubungi ia via akun medsos FB: Loym R Stg dan IG: @loym_sitanggang


Komentar Via Facebook :