Puisi tentang Kelahiran: Minggu Malam yang Tenang, karya Setiabasa
Minggu Malam yang Tenang
Oleh: Setiabasa
Aku lahir pada Minggu malam yang tenang,
saat hari menutup matanya perlahan,
dan bintang-bintang menggantung di langit
bagai doa yang diam-diam dipanjatkan.
Tak ada gemuruh menyambut kedatanganku,
hanya angin pelan dan sunyi yang hangat,
ketika tangis pertamaku jatuh ke bumi
seperti embun di ujung daun.
Di wajah ayah, merekah senyum yang tak terucap,
di mata ibu, berkilau haru dan bahagia.
Tangisku menjadi nyanyian pertama
bagi dua hati yang telah menanti.
Malam yang tenang itu pun berubah terang,
dipenuhi syukur dan doa yang mengalir.
Aku lahir dalam pelukan cinta,
menjadi anugerah bagi ayah dan bunda.
Rintis, 27 Juni 2026m
Setiabasa, seorang ibu rumah tangga, ibu dua orang putra dan nenek sepasang cucu. Menyukai membaca sejak kecil. Fiksi, non-fiksi dan juga puisi. Sejak akhir 2022 mengikuti beberapa kelas online (Uti, AIS, Ruang Kata, Symprerifora dll) untuk belajar menulis puisi dan karyanya sudah masuk dalam beberapa buku antologi puisi.
Ia sedang mengikuti kelas puisi AIS#68. IG: @setia.xu
[28/6, 08.56] Literasi. Sir Asqalani Eneste ASQ Edu: Puisi tentang Kelahiran: *Minggu Malam yang Tenang*, karya Setiabasa


Komentar Via Facebook :