Puisi tentang Akasia: Memoar Akasia, karya Fatkhirrohman ZA

Puisi tentang Akasia: Memoar Akasia, karya Fatkhirrohman ZA

Memoar Akasia

Oleh: Fatkhurrohman ZA

 

Tempat hara minim bermukim

Aku menjulang tantang gersang

Tanpa noktah keraguan.

 

Kuku akarku gigih membenam

Menyesap manis bulir air

Di rongga perut bumi.

 

Rimbun dahanku cipta teduh

Menaungi jiwa makhluk yang rapuh.

 

Bilah duriku berlindung

Di balik sejuk dedaunan.

 

Tinggal menanti hari

Aku akan tumbang

Oleh pecut badai

Atau gerigi besi.

 

Aku dicacah, dan ditanak

Serupa bubur siap santap

Dibumbui pemutih warna

Lantas jadi gulungan kertas

Tempat menyancang kata-kata.

 

Di atas inti jasadku

Ilmu dan memori berlabuh

Selepas mengarungi samudera benak.

 

Cipayung, 2 Mei 2026

Fatkhurrohman ZA. Lahir di Kabupaten Lahat, tahun 2000. Pria yang kini berdomisili di Cipayung, Jakarta Timur ini berprofesi sebagai Pengembang Tafsir Al-Qur’an di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Ketertarikannya pada dunia literasi mulai ia tekuni secara konsisten sejak akhir 2024.

Langkahnya dalam merawat imajinasi dan memperdalam diksi ditempuh melalui serangkaian proses kreatif. Dia merupakan lulusan Kelas Puisi Online Refleksi Jelma Puisi bersama Muhammad Sholeh Arshatta–Symprerifora Publisher 2026. Dia juga lulusan Kelas Puisi Online Puisi Naratif bersama Djuminten–Symprerifora Publisher 2026.

Dia kini tengah mengikuti Kelas Puisi Online Asqa Imagination School (AIS) bersama Muhammad Asqalani eNeSTe. IG: @fatkhurrohman_za

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :