Puisi tentang Pengkhiatan: Kepergianmu, karya Ade Septiani
Kepergianmu
Oleh: Ade Septiani
Bukan tentang siapa yang lebih terang,
Di antara kita.
Kau berlayar dengan kapalmu.
Begitu pun aku.
Juga dukaku,
Tanpamu.
Seperti takdir,
Yang memang, sudah digariskan begitu.
Tak membiarkan kita berlayar,
Di kapal yang satu.
Meski duri, yang kau tancapkan begitu dalam,
Memaksa cintaku karam di lautan.
Aku pilih diam, memaafkan.
Melupakan.
Kenangan yang kau tinggalkan,
Dalam ruang biru.
Yang kian lama kelabu.
Aku berlayar di lautku dalam kesendirian.
Lalu, takdir menggengamku.
Lebih hangat.
Lebih dekat.
Saat itu aku bukan kehilangan.
Aku dibentuk.
Lebih kuat.
Lebih baik.
Sampai takdir baru datang melabuh,
Aku,
Diselamatkan.
Seperti takdir selalu tahu,
Cara terbaik, menemukan nahkodanya.
Ponorogo, 5 mei 2026.
Ade Septiani. Lahir di Ponorogo tahun 1996. Kegemarannya menulis berawal dari kebiasaanya menulis buku harian sejak kecil. Ia mengawali proses kepenulisan sejak akhir 2024 dengan bergabung bersama Forum Lingkar Pena Ponorogo. Sekarang Ia sedang belajar dan mengasah kepenulisan bersama Asqa Imagination School (AIS) dan Competer Indonesia. Beberapa karyanya telah dibukukan di beberapa buku antologi bersama SIPPublishing, seperti antologi puisi "LANGKAH-LANGKAH SUNYI AYAH" (2025), antologi cernak "PAGI-PAGI SUDAH HEBAT" (2025), antologi fiksi mini bersama Gol A Gong "PILIHAN KEDUA" (2025), dan kumpulan geguritan "TILASE KAWERUH, NETESE RASA" (2025). Beberapa karya lainnya dimuat di IG pribadi: @detakceritaa.


Komentar Via Facebook :