Puisi tentang Tahta: Sanalun di Muha Galuh, karya Rubaida eRose
Sanalun di Muha Galuh
Oleh: Rubaida eRose
Sari waktu sembunyi dalam kendi kegelapan
Krizz melompat ingin memandikan gunung dengan kuah bakso
Tawa pecah di balik langit lembayung senja
Merayap di tebing mimpi mengunyah bayangan diri
Berputar hingga tanah bergetar
Tas berisi mimpi mengubah sungai dipenuhi potongan pizza
Krizz diangkat jadi raja
Tubuhnya bulat dengan pedang mandraguna
Pagi teduh menanam pelangi di hamparan sawah
Kemudian melempar tangkai waktu
hingga semua cita cita di wajah Galuh menjadi nyata di tangan Krizz
Terima kasih prabu antik sejagat
Kuantan Singingi, 19042026
Rubaida eRose. Lahir di kota Tembilahan, Indragiri Hilir. Memiliki kecintaan menulis puisi, Aktif di Community Pena Terbang (COMPETER) dan Asqa Imagination School (AIS) sebagai wadah dia bercumbu mesra dengan puisi.
Deretan tulisan manisnya bisa dinikmati di buku buku puisi. Tulisannya termaktub di beberapa media; Riau Sastra, Riau Pos, Kompasiana. FB: Rubaidarose


Komentar Via Facebook :