Catatan Redaksi: Retakan Lama di Rumah Partai

Catatan Redaksi: Retakan Lama di Rumah Partai

Foto: Ist

RANAHRIAU.COM- Temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang empat kelemahan utama dalam tata kelola partai politik sejatinya bukan kabar baru. Ini adalah lagu lama yang diputar berulang, nadanya sama, liriknya tak berubah, hanya volumenya yang kadang dinaikkan ketika publik mulai gelisah.

Masalahnya, kesadaran tidak pernah benar-benar bertransformasi menjadi pembenahan. Partai politik, yang semestinya menjadi gerbang awal lahirnya kepemimpinan bersih, justru kerap terjebak dalam pola lama yang permisif terhadap praktik-praktik menyimpang. Dari proses kaderisasi yang tidak transparan hingga pembiayaan politik yang gelap, celah itu terbuka lebar dan terus dimanfaatkan.

Di titik ini, temuan KPK bukan lagi sekadar kritik, melainkan cermin yang memantulkan wajah buram sistem politik kita sendiri. Dan ironisnya, cermin itu sudah lama tergantung di dinding, tetapi jarang benar-benar ditatap.

Publik kini berada pada fase jenuh. Skandal korupsi datang silih berganti seperti musim yang tak pernah absen. Kepercayaan terkikis, harapan menipis. Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan status quo bukan hanya keliru, tetapi juga berbahaya bagi masa depan demokrasi.

Reformasi tata kelola partai politik bukan lagi pilihan opsional, melainkan kebutuhan mendesak. Tanpa keberanian untuk membongkar dan membangun ulang sistem dari dalam, partai politik hanya akan terus menjadi episentrum dari lingkaran korupsi yang tak berujung.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :