Puisi tentang Pengakuan: Gelisah di Ujung Subuh, karya Vitriah B. Laga
GELISAH DI UJUNG SUBUH
Oleh: Vitriah B. Laga
Di dada insan, iman adalah mutiara,
angin dunia sering datang mencuri,
aku jaga seperti embun di ujung subuh,
takut hilang sebelum matahari lahir.
Anak adalah titipan Ilahi,
benih cinta dalam genggam rapuh,
jika lalai, ia layu tanpa suara,
dan aku gugur dalam sunyi yang jauh.
Iman bukan barang di pasar fana,
tak tergelar di tepi pantai atau buku beragam warna,
ia rahasia di ruang jiwa paling dalam,
tak dapat pindah walau darah sama merah.
Aku rawat dalam doa tanpa jeda,
kusiram dengan sujud dan air mata,
agar tetap hidup nyala tak kasat,
hingga pulang pada pemilik semesta.
Waingapu, 10-04-2026
Vitriah B. Laga, S.Pd. Memiliki nama pena Vitriah B.Laga. Merupakan penulis dari Flores (NTT). Berprofesi sebagai guru dan sudah menerbitkan tiga belas buku antologi yang berjudul Kidung Cinta Persahabatan, Melejitkan Potensi Penulis, Tenunan Kata Penuh Makna, Menumbuhkan Budaya Literasi di Masa Pandemi, Program Unggulan Sekolah dan Kampus Gerbang Kesuksesan, Guru Berkesan Tak Lekang dari Ingatan, Tenunan Kata Penuh Makna 2, Sajak Kenangan, Cambuk Kehidupan 1, Peribahasa Antologi Cerpen, Puisi dan Opini, Aksara Menembus Angkasa, Hero di Embus Napasku, Sabar dalam Pengabdian merupakan buku solo pertamanya.Ia merupakan lulusan Kelas Puisi Online Refleksi Jelma Puisi bersama Muhammad Sholeh Arshatta–Symprerifora Publisher 2026. Aktif di Kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS) #67. Penulis bisa disapa di akun FB: @Vitriah B. Laga, IG: @vitriah_laga
[15/4, 18.44] Literasi. Sir Asqalani Eneste ASQ Edu:


Komentar Via Facebook :