Puisi tentang Rindu: Suket Ing Ngarepe Wengi, karya Eny Kusumawati
Suket Ing Ngarepe Wengi
Oleh: Eny Kusumawati
Di hadapan malam sunyi,
angin merayap melalui celah-celah hati,
seperti suara tua tak pernah mati,
menceritakan kenangan tanpa akhir.
Sebuah nama aneh bergema di bintang-bintang,
Zerandhika Lembayungra, aku memanggilmu perlahan,
seperti lagu yang hilang di jalan gelap,
namun masih menyimpan makna dalam dan murni.
Rumput bergetar karena embun, seperti perasaan tak pernah terucapkan,
berjalan perlahan di sepanjang jalan waktu,
tanpa mengetahui akhir yang telah direncanakannya.
Ketika pagi tiba,
akankah namamu masih ada dalam ingatanku?
atau hanya akan menjadi bayangan, menghilang bersama malam?
Di sana, hati hanya bisa diam, menunggu waktu tak menjanjikan untuk kembali.
Jakarta, 3 April 2026
Eny Kusumawati, berdomisili di Jakarta. Sudah menulis dan melahirkan beberapa karya, di antaranya: Antologi Cerpen 100 Guru Hebat Nusantara, Antologi Puisi Ibu, Antologi Pentigraf Di Antara Kita, Jurnal, Antologi Cerpen Jejak Baru, Novel Seberkas Sinar Menerangi Hidupku, Novel Lembayung Cinta, Antologi Melangitkan Asa dan Antologi Puisi Yang Bercerita. Aktif di Kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS). IG: @kusumabudiyono


Komentar Via Facebook :