Puisi tentang Ken Arok: Ironi Ken Arok, karya Dian Riasari
Ironi Ken Arok
Oleh: Dian Riasari
1/
Tang tang tang tang!
Nyaring palu empu membelah udara Lulumbang
ditingkah desis bara api
mencipta sebilah senjata
Tap tap tap tap!
Langkah tergesa satria berkepala ambisi
tagih janji yang belum terlunasi
Belum sempurna keris Mpu Gandring
dirampas beringas, menusuk sang empu
kutukan terlontar, pusaka menjelma petaka
2/
Ken Arok, satria berdada sengketa
menyusup laksana ular
menikam akuwu Tumapel
Tunggul Ametung tinggallah nama
Ken Dedes bungkam, rela menjanda sekejap saja
lalu kembali bertahta di sisi akuwu baru,
yang pernah terkesima pada cahaya jelita
3/
Dari rahim Ken Dedes, lahir calon raja
Anusapati, yang berhati penuh tanya
tersampaikan dendam ayahanda
ketika keris Mpu Gandring
mencabut nyawa ayah tirinya
Ken arok, Sri Ranggah Rajasa
torehkan takdir pelik
berjaya di tanah pusaka
musnah di atas tahta kencana
Malang, Februari 2026
Dian Riasari, lahir dan berdomisili di Kota Malang, Jawa Timur. Berkontribusi pada 40-an buku antologi (cerpen, cerita inspiratif, cerita anak, dongeng, artikel, dan puisi) serta satu buku solo.
Beberapa karya puisinya dimuat di media online dan cetak, seperti: Harian Bhirawa, Tiras Times, Bambang Kariyawan.com, Ngewiyak, Riau Sastra, Negeri Kertas, Jurnal Tinta, Dermaga Sastra, Kabaran.id, Ranah Riau, Laman Riau, Jurnal Puisi Cinta. Bergabung di komunitas Alumni Asqa Imagination School (AIS), Community Pena Terbang (COMPETER), dan Ruang Kata. IG: dian_de_lala.


Komentar Via Facebook :