Riau Memanas, PC PMII Pekanbaru desak Kapolda mundur: Jangan sembunyi di balik Slogan
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Situasi keamanan dan penegakan hukum di Riau kembali menjadi sorotan keras. Rentetan kasus kekerasan yang merenggut korban jiwa, konflik sosial yang tak kunjung reda, hingga kematian gajah dilindungi kini memantik gelombang kritik terbuka terhadap kepemimpinan di tubuh Polda Riau.
Ketua Cabang PC PMII Kota Pekanbaru, Muhammad Arsyad, secara tegas menyebut kondisi ini sebagai sinyal darurat tata kelola keamanan di Riau. Ia menilai berbagai peristiwa yang terjadi bukanlah insiden terpisah, melainkan gambaran lemahnya pencegahan dan pengawasan.
“Ini bukan lagi soal satu kasus. Ini akumulasi. Ketika kekerasan berulang, konflik sosial terus muncul, dan satwa dilindungi mati tanpa penanganan yang jelas, publik berhak mempertanyakan: di mana efektivitas kepemimpinan?” tegas Arsyad.
Green Policing diuji, Hasilnya dipertanyakan
Konsep Green Policing yang selama ini digaungkan sebagai pendekatan humanis dan berwawasan lingkungan dinilai belum menunjukkan dampak signifikan di lapangan. PC PMII menilai jargon tersebut tak boleh berhenti di ruang konferensi pers.
“Jangan sampai slogan hanya jadi pajangan. Riau butuh tindakan nyata, bukan retorika,” lanjutnya.
Menurut Arsyad, kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sedang berada di titik rawan. Jika tidak ada evaluasi menyeluruh, situasi ini dikhawatirkan akan semakin menggerus legitimasi moral aparat di mata publik.
Desakan terbuka: Kapolda harus Mundur
Dalam pernyataan yang keras dan terbuka, PC PMII Kota Pekanbaru mendesak Kapolda Riau untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas berbagai persoalan yang terus terjadi di wilayah hukumnya.
Tak hanya itu, mereka juga mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Riau demi menghadirkan kepemimpinan baru yang dinilai lebih mampu menjawab keresahan masyarakat.
“Ini bukan serangan personal. Ini kritik moral. Kalau situasi tidak membaik, pergantian kepemimpinan adalah langkah yang wajar dalam sistem demokrasi,” ujar Arsyad.
Aksi Besar di depan Mapolda
Sebagai bentuk keseriusan, PC PMII Kota Pekanbaru memastikan akan menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Mapolda Riau dalam waktu dekat.
Aksi tersebut disebut akan berlangsung damai, tertib, dan konstitusional dengan membawa tuntutan evaluasi total terhadap kepemimpinan dan penanganan berbagai persoalan keamanan serta lingkungan.
Langkah ini diprediksi akan memantik perhatian publik luas dan berpotensi memicu gelombang solidaritas dari elemen masyarakat sipil lainnya.
Riau di Persimpangan
Situasi ini menempatkan Riau di persimpangan penting. Apakah kritik keras ini akan dijawab dengan evaluasi konkret? Ataukah polemik akan semakin memanas?
Satu hal yang pasti, suara mahasiswa kini menggema: Riau tidak butuh pembelaan retoris. Riau butuh perubahan nyata.


Komentar Via Facebook :