Puisi tentang Penantian: Musim Berebut Waktu, karya Loym R. Sitanggang
Musim Berebut Waktu
Oleh: Loym R. Sitanggang
sepenuh jiwa aku menunggu
bisik kabut yang memeluk sunyi
renggut fajar dari pangkuan bumi
dari impian sepotong hati
demimu kuhiba langit bertekuk di kubahnya
merapalinya dengan doa-doa
agar kau kembali dari kelam
kutitip pesan pada desau kemarau
yang berjingkat tinggalkan musim gelap
hitungan karma itu mulai melangit
mengoyak satu-satu di pelupuk
ukir darah di dinding-dinding dingin
kau bukan hanya tak kembali, tapi mati
saat purnama dan musim berebut waktu
sadarku kembali temukan diri
dari ilusi penantian bertopeng bintang
aku berdiri pada satu kebenaran pahit
sebelum keabadian itu renggut jiwamu
kau titip sebilah pisau di jantungku
Yogyakarta, 19 September 2025
Loym R. Sitanggang, lahir di Sumatera Utara lima puluh tahun lalu. Menulis adalah impiannya sejak lama, di tengah kesibukannya sebagai seorang tenaga kesehatan.
Menulis merupakan salah satu cara dia mengekspresikan diri tentang sekelilingnya, memotret kehidupan orang-orang di sekitarnya dengan segala kisah, secara fisik maupun mental.
Dia sudah menerbitkan beberapa antologi cerpen juga puisi dan saat ini sedang belajar puisi di Asqa Imagination School angkatan #61. Hubungi ia via akun medsos FB: Loym R Stg dan IG: @loym_sitanggang


Komentar Via Facebook :