Puisi tentang Rumah; Tangisan Ruh di Bawah Loteng, karya Kairan Hanafi
Tangisan Ruh di Bawah Loteng
Oleh: Kairan Hanafi
Menatap langit rumah yang dingin
aku bersarang bersama harapan palsu
lalu, pintu menilik jiwa, memanggil cinta untuk keluar.
Lantai berlinang darah di pikiranku.
Memantulkan bayangan dosa-dosa.
yang kutulis di buku catatan almarhum bapak.
Loteng atap mulai merintik tangis.
Jendela telah menguap lebar,
Mendongak ke arah pupil mata
Seakan ia dengki terhadapku.
Masa lalu kini mencekik kuat tanpa ampun.
Ruh terasa terbang namun enggan tinggal.
aku bersorak untuk perayaan.
perayaan yang diiringi lara.
TBM Cahaya Rumah, 10 Agustus 2025
Kairan Hanafi. Siswa SMAS Al Huda - Pekanbaru. Suka Menulis dan Menggambar. Puisinya di atas adalah adalah puisi Juara 1 pada Lomba Cipta Puisi bertema Rumah yang diadakan oleh TBM Cahaya Rumah, 10 Agustus 2025.


Komentar Via Facebook :