Puisi tentang Batavia: Warisan Derita, karya Yehezkiel
Warisan Derita
Oleh: Yehezkiel
Hamparan pasir nan indah, lambaian kelapa ikut menyapa.
Nusantara damai ternama, kaya rempah, ditelan bayang kolonialisme.
4 kapal berarakan, dipimpin Cornelis De Houtman.
Ciliwung menjadi saksi, cikal perih penderitaan.
Reruntuh Jayakarta, membawa duka Ibu Pertiwi.
1619 sejarah perih. Batavia berdiri, VOC memonopoli.
Kota ambisi benalu negeri
Hancur kepalang rayap korupsi.
Wabah warisan kini lumrah.
Warisan derita tak lekang waktu.
Aceh, 10 September 2025.
Yehezkiel Pernando Sihombing, kelahiran Cikampak, 29 Agustus 2003. Saat ini tinggal dan bekerja di Babussalam Lembah Alas, Aceh Tenggara.
Pernah beberapa kali mendapatkan gelar juara saat kompetensi puisi antar sekolah tingkat kecamatan saat menjadi pelajar di SD swasta Grahadura Leidong Prima Kabupaten Labuhan Batu Utara Provinsi Sumatera Utara.
Bergabung di kelas Asqa Imagination School (AIS) #61 mulai bulan Agustus 2025. IG: @yehezkiels1h0mb1n9


Komentar Via Facebook :