Puisi tentang Momen Spesial: Tempe Mendoan, karya Ikasari Mayar
Tempe Mendoan
Oleh: Ikasari Mayar
Hiruk pikuk lalu lalang penumpang
Gema loceng tak henti mengiring laju gerbong panjang
Tinggalkan kisah dan kenangan
Tak usik jumpaku dengan Christine Hakim pujaan
Stasiun Purwokerto, hari itu.
Bersama kami nikmati secangkir kopi
Makin ciamik santap mendoan, tempe goreng setengah matang.
Sambal kecap cabe rawit menemani
Manis pedas gurih senada kisahmu mengilhami
Hidup berani menata diri, tidak merendah tidak meninggi
Gairah berkarya beri manfaat, nikmat di hati
Lonceng memanggil, tanda perpisahan kami
Senyum merekah, perjalanan panjang menanti
Cibubur, 20 Mei 2025
Ikasari Mayar, lahir di Surabaya, 18 Juni 1965. Pensiunan yang bersenang-senang belajar menulis kisah, saat ini sedang belajar di kelas menulis puisi pada Asqa Imagination School (AIS) # 55. Sejak 2023 bergabung dengan komunitas Perempuan Penulis Padma (Perlima), sudah berkontribusi menerbitkan Kumpulan Pentigraf Kopi Tanpa Gula, antologi bersama cerpen Dua Dunia, antologi bersama memoar Sebelas Jalan Kehidupan, antologi bersama esai Hidup Ini Indah BEIB # 9 seri Kehidupan Kedua, dan antologi bersama Ramu Jamu. Saat ini sedang menyelesaikan novela pertamanya. Dapat dihubungi di: ikasariasari65@gmail.com dan IG: @ikasarimayar


Komentar Via Facebook :