Puisi tentang Renungan: Satu Bintang, Tujuh Cahaya, Karya Syalmiah
Satu Bintang, Tujuh Cahaya
Oleh: Syalmiah
jalan Kenanga, rumah sederhana berdiri
ia, arsitek muda penuh mimpi
hidup tenang, rencana tersusun rapi
hingga takdir menguji hati
dititipkan tujuh cahaya kepadanya
di antara desain dan deadline menanti
ia belajar jadi pengganti
berbagi waktu, cinta, dan empati
Mia, berkacalah dari kisah ini
bahwa cinta tak selalu perlu kata-kata
kadang lelah terbalut doa
kasih tumbuh dari langkah setia
seperti pedagang siomay di sudut jalan
cucuran peluh tak surutkan langlah
mencangkul rezeki di pagi buta
meski takdir kadang tak berpihak padanya
dari mereka
aku belajar merawat cinta tanpa pamrih
bahwa keluarga adalah rumah teduh
di mana cinta selalu tumbuh
Kodam 2, 2 Maret 2025
Syalmiah, seorang guru di SMP Negeri 34 Makassar, Sulsel. Lahir di Maros dari pasangan orang tua yang bersahaja. Membaca dan menulis adalah hobinya.
Pernah mengikuti lomba menulis puisi yang diadakan oleh Asqa Imagination School (AIS), diantaranya 25 besar tema "Pengakuan", juara 1 "Kenangan Masa Kecil", Juara 3 "Ibu", dan beberapa lainnya. Sejumlah puisinya pernah dimuat di media online, seperti Sastrasanggam, Ranah Riau, Tirastime, Timesline, dan Khatulistiwa. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Lakukan yang terbaik selagi masih ada waktu. Saat ini, penulis aktif di Asqa Imagination School (AIS) di bawah pimpinan Bapak Muhammad Asqalani eNeSTe. Penulis dapat ditemui di IG: @syalmiah74_


Komentar Via Facebook :