Puisi tentang Kenangan: Sekelumit Kisah Pagi, Karya Dian Riasari

Puisi tentang Kenangan: Sekelumit Kisah Pagi, Karya Dian Riasari

Sekelumit Kisah Pagi
Oleh: Dian Riasari

Pagi buta sebelum terang cahaya
Matahari terbit di matamu
Buat seisi rumah terjaga
Juga merpati dan jago di luar sana

Bapak, kau ajari rasa syukur
Dalam alun zikir, ditimpa derit timba
Bersama kepul uap nasi 
Genapi aroma cerah pagi

Kita lintasi kabut 
Kalahkan dingin njekut
Menjenguk gelombang padi
Menanti disiangi

Hush! Hush!
Pergilah burung-burung emprit
Cicipi sedikit saja kuning padi
Sisakan untuk kami
Berderai tawa bapak
Melihatku goyangkan tali boneka jerami

Mungkin suatu hari
Akan kukenang kisah ini
Tentangmu, matahari
Yang terus jadi cahaya kami.

Malang, 28 Februari 2025

Catatan:
njekut: bahasa Jawa, penyangatan untuk kata dingin (adhem njekut: dingin sekali).

 

Dian Riasari. Lahir pada bulan September di Kota Malang. Membina Bimba Bintang Junior Unit Mangliawan, Malang. Pegiat literasi ini telah berkontribusi pada 40-an buku antologi (cerpen, cerita inspiratif, cerita anak, dongeng, artikel, dan puisi). Mengeditori beberapa buku di penerbit indie. Buku tunggalnya berjudul Kumpulan Puisi Dian dalam Goresan Pena. Beberapa karya puisi dan cerpennya dimuat di media online, cetak, dan di IG, seperti: Harian Bhirawa, Tirastimes, ngewiyak.com, penaterbang.com, bambang kariyawan.com, Riau Sastra, Negeri Kertas, Dermaga Sastra, Jurnal Tinta, Fakta Kepri, Ranah Riau, IG KKR Bali, IG competer_indonesia, IG asqaimaginationschool. Bergabung di Community Pena Terbang (COMPETER) Indonesia dan COMPETER Cabang Malang, serta alumnus kelas puisi Asqa Imagination School (AIS). Menjadi juara dan nominator pada beberapa lomba cipta puisi dan lomba cernak. Ia adalah Duta COMPETER Indonesia 2024 (Juara 2 Anugerah COMPETER Indonesia 2024) dan Juara 1 Asqa Book Award (ABA) XXIV 2024. Silakan menyapa penulis di WA: 082132952501, IG: dian_de_lala, surel: dianriasari69@gmail.com.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :