Puisi tentang Hakikat: Sang Lisanul Hikmah dan Debu di Pinggiran Bandung, Karya St. Alifatul Luthfiy

Puisi tentang Hakikat: Sang Lisanul Hikmah dan Debu di Pinggiran Bandung, Karya St. Alifatul Luthfiy

Sang Lisanul Hikmah dan Debu di Pinggiran Bandung
Oleh: St. Alifatul Luthfiyah

Matahari menyengat. Jiwa jiwa terangkat. Bandung tak lagi sejuk seperti dalam kisah. Di persimpangan Soekarno-Hatta, aku terlantar. Diombang ambing semesta. Remuk dalam ketiadaan.

Tapi, Kota Kembang kembali memungutku. Lewat teduh sukma, di balik jasad yang kupanggil Buya. Mahkota putih, rona syahdu, jiwa bergetar. Rindu rindu terobati.

Ia, Buya Kamba; sang mutabahir ilmunya. Sosok jaduk dan linuwih ide idenya. Yang mengenalkan mahabbah melalui pintu pintu khariqah lil 'adah kepada diri yang secuil debu berterbangan di persimpangan jalan.

Syahdan, di bawah sandalnya. Kutemui wasiat kemerdekaan mencintai; kehidupan, takdir, dan akhirnya mencintai Tuhan saja.

Gresik, 18-20 Februari 2025


Alifatul Luthfiyah. Perempuan asal Gresik yang tak suka berisik apalagi diusik. Kini lahir kembali di dunia literasi dengan mengupgrade diri di COMPETER Indonesia, Asqa Imagination School, Kelas Puisi Alit dan Kelas Puisi Bekasi. Pernah menjadi 1st Winner Festival Menulis Cerpen Jatim 2010 dan 2nd Runner Up Anugerah COMPETER Indonesia 2025. Silakan kunjungi IG: @alifa_56 dan karyaalifa.blogspot.com untuk korespondensi.
 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :