Puisi tentang ulang tahun: Nawaitu Flliora Linchpin, Karya Riami
Anak Puisi; Nawaitu Flliora Linchpin
Oleh: Riami
Engkaulah benih puisi itu
Yang ditanam ayah diksi
Di rahim metafora dunia
Yang penuh gemerlap lampu dan cahaya gawai
Wajahmu menjadi puisi paling puitis dan 𝘵𝘳𝘦𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘰𝘱𝘪𝘤 di buku kisah ibu
Ayah puisi begitu gelisah menantikanmu di lembar altar waktu
Ibu penuh keinginan rima dan jedag jedug rindu di setiap alunan nada asonansimu
Tangismu adalah puisi paling indah di dunia asmarandana
Tepat dua puluh empat purnama kau kukenalkan ombak, supaya suatu hari bisa berenang melaluinya lewat diksi-diksi yang kau cipta
Melihat bintang di negeri-negeri yang kau ingin
Kuharap kau tetap memegang adat nenek moyang dan tak melupakan kampung rahimmu
Bukit Nuris, 6 Oktober 2024
Riami. Mengajar di SMPN 2 Pakisaji Malang. Aktif bergiat menulis di Sekolah Menulis Elipsis, Competer Indonesia. Menganyam kata-kata menjadi Bahagia. FB: Ria Mi, IG: @riami7482. Berkarya di Kompasiana.com. Tiras Time, dan media online lain dan beberapa majalah antara lain Elipsis dan HOMAGI. Menulis beberapa buku antara lain buku kumpulan puisi berjudul: Sajak Biru, Tentang Matahari. Cernaknya pernah dimuat di majalah Kedaulatan Rakyat Jogja, Nusantara Bertutur dan majalah Elipsis.


Komentar Via Facebook :