Masa depan Pemuda Muhammadiyah Riau

Masa depan Pemuda Muhammadiyah Riau

RANAHRIAU.COM- Sirkulasi kepemimpinan menjadi sebuah kewajiban dalam setiap perubahan percaturan dinamika sebuah organisasi demi perbaikan arah visi orientasi organisasi di masa depan untuk mengejawantahkan Misi demi tahap pencapaian tujuan organisasi. 

Dalam transisi tersebut tentu membuka ruang harapan baru terhadap para anggota di wilayah teritorial kebijakan dan juga sebagai masyarakat pada umum nya. Pagelaran tersebut akan dilaksanakan di Siak Sri Indrapura pada tanggal 5-8 November 2019 berdasarkan informasi yg di edarkan di berbagai famplet dan media sosial oleh panitia penyelenggara. 
Berhentilah penyesatan dalam kegelisahan permainan program Oriented dalam gemelut stagnasi organisasi jikalau saja permainan pagelaran ini menghasilkan sosok yang mampu menemukan transformasi organisasi yg progresif revolusioner. 

Banyak permasalahan yang harus di selesaikan, banyak agenda yg harus di tuntaskan, serta mencari alternatif dalam memberikan sumbangan konkret terhadap penyempurnaan dalam mengawal cita-cita bangsa di era yg sangat dinamis.

Agenda prioritas dalam ke pengurusan ke depan sangat membutuhkan energi dalam menyelesaikan agenda-agenda organisasi khususnya dan keumatan umum nya. 
Dalam kesempatan ini, saya (Alpin Jarkasi Husein Harahap) selaku kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ingin menitipkan harapan kepada para pengurus tampuk pimpinan selanjutnya. 

1. Agenda perbaikan struktur organisasi kepemudaan di tubuh matahari hijau di wilayah Riau. 
Struktur organisasi merupakan pekerjaan rumah pertama yang harus di perhatikan dalam agenda  kerja. Masih banyak Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah Muhamadiyah yg belum menemukan format gerakan dalam mengawal tujuan organisasi. Sehingga pemimpin ke depan harus mampu menemukan formulasi organisasi yg matang demi menguatkan konsolidasi organisasi sehingga tercipta azas gotong royong dalam tubuh alat perjuangan. 
2. Agenda kaderisasi,hal tersebut harus memperhatikan regenerasi (Perkaderan) dalam tubuh organisasi agar mampu melahirkan generasi-generasi yg unggul dalam menghadapi zaman yg sangat dinamis di masa mendatang. Tapi bukan sekedar menghadapi zaman tetapi juga ambil peran dalam memberikan karya terbaik untuk bangsa karena mengingat negara ini oase terhadap kaum cendekiawan. 
3. Agenda konsolidasi Organisasi Otonom dalam tubuh persyarikatan. Fenomena yg di pertontonkan di hadapan para tampuk pimpinan masing-masing tidak memperlihatkan gerakan kolaborasi dalam penguatan peran terhadap Provinsi/daerah Riau Khususnya. Hal tersebut harus mampu di baca oleh sosok yg telah mengikrarkan dirinya menjadi alat dalam memperkuat peran dan sumbangsih nyata untuk memberikan perubahan perbaikan yang konkret. 
4. Peran terhadap kebijakan publik, kebijakan publik di daerah provinsi Riau belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan dan tuntutan undang-undang. Seperti agenda sampah, banjir, narkoba dan banyaknya kelakuan kriminal dan kejahatan pidana yg terjadi. Belum lagi persoalan Kebakaran hutan dan lahan yg di bungkus dengan agenda Reforma Agraria tidak jelas hingga sekarang. 

Beberapa point di atas adalah harapan yg di titipkan oleh saya sebagai penghamba progressif dalam menelisik perjalanan perjuangan revolusioner. Pentingnya memberikan sumbangsih pemikiran dan konsep mengawal arah orientasi organisasi yg tertuang dalam Kitab Organisasi. 

Akhir kata, semoga Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau berjalan dengan baik dan lancar serta mendapatkan ilham ridha Allah SWT. 

Penulis : Alpin Jarkasi Harahap, Penggiat Literasi, Komunitas Teratak Literasi, Aktivis IMM Riau (0813-4570-7426).

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :