TNI AL Bangun Mess Prajurit di Pulau Jemur
ROHIL, RanahRiau.com - Meningkatnya ketegangan diwilayah laut cina selatan akhir-akhir ini serta semakin maraknya aksi pencurian ikan atau illegal fishing membuat Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaanya.
Bahkan, untuk menjaga wilayah teritorialnya, Pemerintah Indonesia melalui TNI membangun sejumlah pos penjagaan dibeberapa pulau terluar.Salah satunya adalah pembangunan mess bagi Prajurit TNI Angkat Laut di Pulau Jemur, Kabupaten Rokan Hilir pada tahun ini.
Agar para prajurit nyaman, mess dibangun dengan tipe 36 dan 45.Hal ini diungkapkan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan.
Dijelaskannya, Mess ini nantinya akan dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Panel Surya-Solar Sel dan sarana komunikasi memakai jaringan satelit.
"Kerja sama ini akan kita lakukan dengan Direktorat Listrik Navigasi Dumai," kata Danlanal.
Dikatakan Danlanal, pembangunan mess yang dilengkapi jaringan komunikasi dilakukan agar pengamanan di salah satu pulau terluar Rohil itu bisa lebih diintensifkan.
"Apalagi laut Pulau Jemur berada di Selat Malaka dan jadi jalur perlintasan kapal-kapal asing," katanya.
Danlanal juga mengakui aktifitas pencurian ikan (Illegal Fishing) sempat mencuat. Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan ekstra.
"Kalau illegal fishing pasti ada, namun kita upayakan pengamanan yang maksimal," ungkapnya.
Dijelaskan Danlanal, demi menjaga teritorial Pulau Jemur, Pos TNI AL di bawah pimpinan Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Pulau Jemur, Letda Laut (P) Murti AMd rutin dijaga petugas piket.
"Ada 2 petugas, dan gantian selama 2 minggu sekali.
Selain itu saat ini juga sudah dibangun dan sudah terpasang survei geografis posisi. Sejak tahun 2009 sudah membuat patok wilayah (pemetaan) sebagai dasar bahwa Pulau Jemur merupakan bagian NKRI," pungkas Danlanal.(MCR)


Komentar Via Facebook :