Puisi tentang Karhutla: Kalimantan, Maafkan Kami, karya Sekar Hartono

Puisi tentang Karhutla: Kalimantan, Maafkan Kami, karya Sekar Hartono

Kalimantan, Maafkan Kami
Oleh: Sekar Hartono

Dahulu, hijau memeluk langit,
sungai mengalirkan nyanyian,
dan hutan menyimpan kehidupan
di antara akar dan dedaunan.

Kini,
langit tersedak abu,
matahari memerah di balik pilu,
dan api menari di atas nisan
pohon-pohon yang kehilangan masa depan.

Di antara arang dan reruntuhan,
seekor orangutan memeluk kehampaan.
Ke mana harus ia pulang,
jika rumahnya telah menjadi kenangan?

Tanah gambut menyimpan bara,
seperti luka yang menolak reda.

Di kejauhan, napas anak-anak tersisa,
tercekik oleh langit yang kehilangan warna.

Kalimantan,
betapa tega kami mencintaimu
dengan kata-kata,
tetapi melukaimu dengan tangan sendiri.

Jika kelak hijau tinggal cerita,
dan burung-burung hanya hidup dalam legenda,
jangan salahkan waktu yang menua,
kamilah
yang membunuh musim semi sebelum tiba.

Kalimantan, maafkan kami.
Jika hujan masih sudi kembali,
biarlah ia membasuh luka bumi,
sebelum tak ada lagi
yang bisa diselamatkan oleh penyesalan.

Purwokerto, 16 Oktober 2026
 

Sekar Hartono lahir di Jakarta dan kini menetap di kota kecil Purwokerto. Kegemarannya menulis bermula dari cerita pendek, yang kemudian membawanya untuk belajar mengekspresikan diri melalui puisi. Dalam proses itu, ia bergabung dengan komunitas Competer sebagai ruang untuk bertumbuh dan berbagi makna. Menulis pun menjadi jalan sunyi untuk menebarkan kebaikan ke semesta. IG: @yanich1394
[19/10, 20.56] Literasi. Sir Asqalani Eneste ASQ Edu:

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :