Puisi tentang Tempat: Di Bawah Awan Hitam, karya Dian Riasari

Puisi tentang Tempat: Di Bawah Awan Hitam, karya Dian Riasari

Di Bawah Awan Hitam

Oleh: Dian Riasari

 

Bertanda 14, bayang hitam kematian menari-nari di langit kelabu

Tawa remaja direnggut deras arus Sungai Kampar

Dalam dingin paling beku, harapan raib

Raungan tangis, disekap luka membiru

 

Gumpal awan kian kelam

Dalam senyap, cita-cita disandera nafsu sesat

Hanyut bersama butiran kristal, terbuai nikmat sesaat

Imaji gemerlap di sudut Medan Denai

Menjelma jerat paling pekat

 

Awan hitam pun luruh

Garis-garis hujan menancap di punggung bumi

Manusia tersekap di gubuk Gampong Kayee Lee Aceh Besar

Usir cambukan angin dengan doa

Berupaya tabah meski langit muram 

Menggantung di atas puing rumah

 

Sepertinya awan enggan terbang ke timur

Matahari berkuasa di langit Purworejo

Jadi saksi ribuan lidah api

Terkam gedung, motor, manusia

Hati mendadak hangus, sisakan bara tanya

Aroma gosong di antara hati kosong. 

 

Di bawah awan hitam, manusia mencatat takdirnya

Menukar tangis dengan tawa

Menukar tawa dengan tangis. 

 

Malang, Mei 2026

Dian Riasari, pegiat literasi dari Kota Malang, Jawa Timur. Berkontribusi pada 40 lebih buku antologi (cerpen, cerita inspiratif, cerita anak, dongeng, artikel, dan puisi) serta satu buku solo. Beberapa karya puisinya dimuat di media online dan cetak, seperti: Harian Bhirawa, Tiras Times, Bambang Kariyawan.com, Ngewiyak, Riau Sastra, Negeri Kertas, Jurnal Tinta, Dermaga Sastra, Kabaran.id, Ranah Riau, Laman Riau, Jurnal Puisi Cinta. Bergabung di komunitas Alumni Asqa Imagination School (AIS), Community Pena Terbang (COMPETER), dan Ruang Kata. IG: @dian_de_lala. FB: Dian Riasari.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :