30 Ribu Manajer, Gaji dari Mana? Program Koperasi Merah Putih mulai Disorot
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Program ambisius perekrutan 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini berdiri di atas satu pertanyaan besar yang belum terjawab: siapa sebenarnya yang membayar?
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut gaji para manajer itu akan disalurkan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, hingga kini, sumber dana untuk membiayai gaji puluhan ribu tenaga tersebut masih dalam tahap “disiapkan” pemerintah. Sebuah frasa yang terdengar sederhana, tapi menyimpan teka-teki fiskal yang tidak kecil.
Sebelumnya, publik sempat mempertanyakan skema pembiayaan: apakah akan ditopang oleh APBN, disedot dari Dana Desa, atau justru diharapkan hidup dari model bisnis koperasi itu sendiri? Ketidakjelasan ini membuat program yang di atas kertas tampak progresif, di lapangan terasa seperti bangunan yang fondasinya belum benar-benar dicor.
Para manajer yang lolos nantinya akan berstatus pegawai kontrak waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah naungan Agrinas. Setelah masa itu berakhir, mereka akan dialihkan menjadi petugas koperasi. Skema transisi ini menimbulkan spekulasi baru: apakah koperasi siap menanggung beban operasional setelah “disuntik” tenaga profesional dalam jumlah besar?
Di sisi lain, antusiasme publik justru meledak. Dalam rentang 10 hari pendaftaran, sejak 15 hingga 25 April 2026, tercatat 639.732 orang melamar. Dari jumlah itu, 487.819 mengirimkan berkas lengkap, dan 483.648 dinyatakan lolos seleksi administrasi. Angka ini seperti gelombang pasang yang menggambarkan satu hal: lapangan kerja masih menjadi oase yang diperebutkan jutaan orang.
Kini, seleksi memasuki tahap tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT), yang berlangsung 3–12 Mei 2026 di 72 titik di seluruh Indonesia. Ribuan peserta bertaruh nasib di depan layar komputer, sementara di balik layar kebijakan, publik masih menunggu kejelasan arah pembiayaan.
Program ini seperti kapal besar yang sudah terlanjur berlayar dengan ribuan penumpang berharap sampai tujuan. Tapi satu hal belum pasti: dari mana bahan bakarnya akan terus mengalir?


Komentar Via Facebook :