Dari Perantauan ke Persatuan: Ansar Ahmad Rajut Silaturahmi Warga Kepri di Pekanbaru

Dari Perantauan ke Persatuan: Ansar Ahmad Rajut Silaturahmi Warga Kepri di Pekanbaru

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM— Malam itu, di sebuah ruang hangat penuh sapa dan senyum, jarak geografis seolah runtuh. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Halal Bihalal bersama warga Kepri di Pekanbaru, Selasa (31/3/2026), menjadikan momen Idulfitri sebagai jembatan yang menghubungkan kampung halaman dengan tanah perantauan.

Bertempat di Hotel Novotel Pekanbaru, acara bertema “Sucikan Hati, Pererat Silaturahmi” ini dihadiri langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Ketua TP-PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar. Hadir pula Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, didampingi Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, serta ratusan warga Kepri yang kini menetap di Pekanbaru.

Suasana dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, menciptakan atmosfer yang khidmat sekaligus intim. Namun malam itu bukan hanya tentang maaf dan memaafkan. Ia juga menjadi panggung penguatan organisasi perantau.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ansar Ahmad secara resmi mengukuhkan kepengurusan Ikatan Warga Kepulauan Riau (IWKR) Kota Pekanbaru periode 2026–2030, dengan Raja Isyam Azwar sebagai ketua.

“Saya yakin saudara-saudari mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar Ansar, dengan nada yang lebih menyerupai pesan keluarga ketimbang protokol pemerintahan.

Bagi IWKR, pengukuhan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penguatan simpul sosial.

Ketua IWKR Pekanbaru, Raja Isyam Azwar, menyebut Halal Bihalal ini sebagai ruang bertemunya rasa: antara rindu kampung halaman dan semangat membangun kebersamaan di tanah rantau.

Di sela suasana penuh kehangatan itu, Ansar juga menyelipkan arah masa depan. Ia memaparkan sejumlah program strategis Kepri, mulai dari rencana pembangunan monumen bahasa, perluasan jaringan listrik PLN, hingga dukungan bagi kegiatan keagamaan melalui insentif pemuka agama.

Namun di atas semua itu, pesan utamanya sederhana tapi kuat: persatuan. “Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai titik awal mempererat kebersamaan,” ajaknya.

Di tengah riuhnya kehidupan kota, malam itu menjadi pengingat bahwa identitas tak pernah benar-benar pergi. Ia hanya berpindah tempat, lalu tumbuh kembali dalam pelukan silaturahmi.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :