Puisi tentang Kenangan: Mendambamu, karya Ikasari Mayar
Mendambamu
Oleh: Ikasari Mayar
Jingga memulas langit, di ujungnya camar-camar menukik ke laut. Sayang elang merebut buruan camar, melesat jauh di senja temaram.
Di kilau rembulanmu, sungkawa memeluk fantasi yang tertinggal di celah mega.
Mengguncang relung yang terus menggebu tak mau tahu.
Nalarku mengejang, jantungku menggelepar, menahan hasrat berkobar.
Aku tak sanggup muak, karena aster dan mawar merah itu mengirim pesan.
Hujan lembut menyapa senja keemasan, semarakkan harmoni alam.
Teduhkan jiwa merindu, kehadiranmu dalam kenangan.
Cimanggis, 3 Mei 2025
Ikasari Mayar, lahir di Surabaya, 18 Juni 1965. Pensiunan yang bersenang-senang belajar menulis kisah, saat ini sedang belajar di kelas menulis puisi pada Asqa Imagination School (AIS) # 55. Sejak 2023 bergabung dengan komunitas Perempuan Penulis Padma (Perlima), sudah berkontribusi menerbitkan Kumpulan Pentigraf Kopi Tanpa Gula, antologi bersama cerpen Dua Dunia, antologi bersama memoar Sebelas Jalan Kehidupan, antologi bersama esai Hidup Ini Indah BEIB # 9 seri Kehidupan Kedua, dan antologi bersama Ramu Jamu. Saat ini sedang menyelesaikan novela pertamanya. Dapat dihubungi di: ikasariasari65@gmail.com dan IG: @ikasarimayar


Komentar Via Facebook :