# ASQ
-
Puisi tentang Pencarian: Si Pengembara, karya Junaidah Sidabalok
Si Pengembara Oleh: Junaidah Sidabalok Aku tak sempat ditimang ayah Ibu yang -
Puisi tentang Sayuran: Amaranthus, karya Kartika Eka Hesti
Amaranthus Oleh: Kartika Eka Hesti Di pinggiran rumah yang mungil Engkau tumbuh begitu -
Puisi tentang Sejarah: Raden Ayu Lasminingrat, karya Sudiarti Arti
Raden Ayu Lasminingrat Oleh: Sudiarti Arti di saat tirani kuasai negeri perempuan-perempuan -
Puisi tentang Harapan: Asa, karya Elfa Manis
Asa Oleh: Elfa Manis Kulantunkan langkah pasti Terbayang senyum sambut diri Kala langkah -
Puisi tentang Sungai: Sungai Kecil yang Menua, karya Syalmiah
Sungai Kecil yang Menua Oleh: Syalmiah sungai kecil belakang rumah, dulu gemericiknya seperti -
Puisi tentang Ayah: Seblang Simplex, karya Ike Novita Indraswari
Seblang Simplex : Bapak Sukani Oleh: Ike Novita Indraswari 1/ Bapak selalu mendahului -
Puisi tentang Menu: Nasi hangat di Piring harian, karya Dyah Susilowati
Nasi Hangat di Piring Harian Oleh: Dyah Susilowati Setiap pagi, nasi hangat mengepul di -
Puisi tentang Jiwa: Rahasia Suci Pada Waktunya, karya Esti Rusia
Rahasia Suci Pada Waktunya Oleh: Esti Rusia terlipat rapat di sudut gua tipis kulit pudarkan -
Puisi tentang Ibu: Ibu dalam Setiap Langkah, karya An Nuna
Ibu dalam Setiap Langkahku Oleh: An Nuna Detik jadi menit, Menit jadi jam, Jam menyatukan -
Puisi tentang Penantian: Musim Berebut Waktu, karya Loym R. Sitanggang
Musim Berebut Waktu Oleh: Loym R. Sitanggang sepenuh jiwa aku menunggu bisik kabut yang





.jpeg)


.jpeg)


