Puisi tentang Futuristik: Masa Depan, karya Panca

Puisi tentang Futuristik: Masa Depan, karya Panca

Masa Depan
Oleh: Panca

Entah ini akhir jaman atau sejarah yang berulang
Setiap masa dipergilirkan antara damai dan perang
Yang kalah jadi abu, menang jadi arang
Kami yang berdiri di tepi turut terpanggang

Tak ada lagi gedung tinggi menantang langit
Angkasa dipenuhi sampah-sampah satelit
Tak ada burung besi pembawa pesan kematian
Nuklir bernyanyi manusia tinggal seperdelapan

Tapi bukankah harus bersyukur Indonesia emas bukan cemas
Meski terbakar dan masa depan seolah terampas
Kami tanam kembali hutan yang tinggal sedikit
Pulihkan sungai dan laut meski sulit

Beruntung tanah surga tak bernasib sial
Berkurangnya listrik hilang semua digital
Beruntung kuda tak kembali gigit besi
Masih banyak buku dan guru berdedikasi

Tanpa gemerlap lampu kunang-kunang datang bertamu
Bulan benderang bintang tak malu-malu
Keluarga teman berkumpul di halaman
Tak ada handphone hanya buku dan perapian.

Bogor, 16 April 2025

Panca. Kelahiran Jawa Indonesia. Adalah seorang manusia biasa tidak istimewa. Ia merupakan alumnus Fakultas Pertanian yang berprofesi tidak pada bidangnya. Hobi membaca, menulis, berkebun dan tidur. Buku cerita anak  yang telah terbit bertajuk Cerita Farel 1&2, Petualangan Ara dan Baron Si Kucing. Masih belajar menulis puisi dan aktif di kelas Asqa Imagination School (AIS). FB: Aning Panca Astutik

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :