Puisi tentang Cinta: Bermandikan Cinta, Karya Ikasari

Puisi tentang Cinta: Bermandikan Cinta, Karya Ikasari

Bermandikan Cinta
Oleh: Ikasari

Karena bermandikan cinta, seperti hujan mencumbu rekahan tanah tandus.
Seketika bergumpal-gumpal kata memenuhi tempurung kepala, 
berdesakan, berebut melompat, berlarian menembus jantung yang memerah.
Serupa kue thok, melekati jemari, menuntun ranum bibir dan lidah mengelindan mengecap manis lembut merah kuning, nikmat merangkai rindu.
Tapi,
Aku teramat benci kata janji, manis di bibir ingkar dilaku.
Kama, ingatkah kala kau semat tangkai mawar di kerah bajuku, wanginya menguap sisakan anyir menoreh peri, jeritan larik-larik puisi tak terbendung lagi.

Gunung Sindur, 26 Pebruari 2025

Ikasari, lahir di Surabaya, 18 Juni 1965. Pensiunan yang bersenang-senang belajar menulis kisah, saat ini sedang belajar di kelas menulis puisi pada Asqa Imagination School (AIS) # 55. Sejak 2023 bergabung dengan komunitas Perempuan Penulis Padma (Perlima), sudah berkontribusi menerbitkan Kumpulan Pentigraf Kopi Tanpa Gula, antologi bersama cerpen Dua Dunia, antologi bersama memoar Sebelas Jalan Kehidupan, antologi bersama esai Hidup Ini Indah BEIB # 9 seri Kehidupan Kedua, dan antologi bersama Ramu Jamu. Saat ini sedang menyelesaikan novela pertamanya. Dapat dihubungi di: ikasariasari65@gmail.com dan IG: @ikasarimayar

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :