Puisi tentang Puisi: Mengapa Aku Menulis, Karya Kingra
Mengapa Aku Menulis : untuk Asqalani yang bertanya di AIS
Oleh: Kingra
Karena debu ingatan menempel di kelopak senja
kupungut dengan jariku yang patah, kubentuk jadi klepon
yang meleleh di lidahmu. Bukan untuk dikunyah,
tapi ditelan bulat-bulat: luka-luka yang manis.
Aku benci kata selesai
Seperti kopi di cangkang yang rapuh, puisi adalah cara
menggenggam asap. Asqa, kau tahu:
angin tak pernah mati di sela jendela
ia hanya berpura-pura hilang,
menyisip diam-diam ke dalam napasmu yang ketiga.
AIS, 2025
Mulyono Ardiansyah, 1995. Asli Medan. Tergabung dalam beberapa komunitas puisi dan cerpen. Karyanya berupa puisi, cerpen, artikel, opini, dan esai sudah memenangkan kejuaran nasional dan internasional, tersebar di berbagai antologi dan media lokal maupun nasional. Dapat dihubungi di syahputraardian95@gmail.com. Jika kalian penasaran melihat sedikit aktivitas penulis, dapat dikunjungi lewat akun Instagram @kingrasastra


Komentar Via Facebook :