Soal Dugaan Pungli BLT Oknum RT, (JD) Dipaksa Untuk Berdamai

Soal Dugaan Pungli BLT Oknum RT, (JD) Dipaksa Untuk Berdamai

Menyambung pemberitaan beberapa hari yang lalu tentang adanya dugaan oknum RT (RN) meminta sejumlah uang pendamping saat pencairan Dana BLT/DD di desa Tarai Bangun, Kampar masih menuai polemik.

KAMPAR, RANAHRIAU.COM - Sejumlah masyarakat Karya kecewa. Pasalnya diketahui adanya perdamaian sepihak antara Oknum RT (RN) dengan (JD) disebuah masjid perumahan mutiara darul sakinah jalan masa karya dusun II Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.

Dari hasil penelusuran informasi pewarta ranahriau.com kepada masyarakat tersebut banyak mengatakan, Perdamaian itu kuat dugaan Oknum RT (RN) mencari pembelaan.

"Kami masyarakat curiga, karena perdamaian keduanya terkesan dipaksakan dan hanya sebagai pembelaan oknum RT (RN) saja," Ungkap salah seoarang masyarakat yang enggan disebut namanya.

Untuk memperdalam informasi, Ranahriau.com temui JD, dan dari hasil konfirmasi, JD menjelaskan dirinya membenarkan adanya perdamaian dengan Oknum RT (RN) di sebuah masjid dekat rumahnya.

"Memang benar adanya perdamaian di dalam mesjid dekat rumah saya," Singkatnya, Senin (22/6/2020). di Kampar.

JD bercerita, Kata dia perdamaian yang dilakukan dirinya dengan RN itu dipaksa. Pasalnya, JD tidak diperkenankan untuk melihat isi perdamaian yang dimaksud bahkan tidak dibolehkan untuk menghadirkan saksi dari pihaknya.

"Saya dipaksa untuk melakukan tanda tangan perdamaian, saya dihalangi untuk membaca perdamaian. bahkan yang saya kesalkan untuk memanggil istri saya aja tidak boleh, karena menurut salah satu orang yang ikut menghadiri (SY) sebagai saksi mengatakan tidak ada hubungannya, cukup aja kami yang jadi saksi," Bebernya.

Saat ini, Masih disebut JD, dirinya sering kali di teror melalui telepon selular oleh pendukung oknum RT (RN) dengan penekanan agar dirinya segera mencabut laporan di kepolisian.

"Saya sampai saat ini masih ada orang orang yang membela oknum RT tersebut menelepon silih berganti  dan menekankan agar laporan saya itu di cabut dari pihak kepolisian. Padahal ini sudah termasuk Pungli." Tukasnya.

Sebagaimana di beritakan sebelumnya, persoalan tentang dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh salah seorang oknum RT 01 ( RN ) di dusun II jalan masa karya Desa Tarai bangun kecamatan tambang kabupaten Kampar propinsi Riau.

Dari investigasi Media dilapangan oknum RT (RN) Melakukan punguntan Berdalih sebagai uang pendamping, meminta uang kepada beberapa masyarakat yang di bagikan nya undangan untuk pengambilan uang BLT DD tersebut.

Uang pendamping yang diminta oknum RN ( RT ) sejumlah  Rp 100.000 Rupiah. Tentu ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat untuk apa dan siapa yang memerintahkan sang oknum RT ( RN ) untuk melakukan pungutan tersebut.

 

 

 

Editor : Eman
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :