Pembangunan Infrastruktur Salah Satu Instrumen Meningkatkan Perekonomian Rakyat

Pembangunan Infrastruktur Salah Satu Instrumen Meningkatkan Perekonomian Rakyat

PEKANBARU, RanahRiau.com - Upaya melakukan pemerataan pembangunan diberbagai sektor oleh Pemerintah Provinsi Riau terus dilakukan. Bukan hanya peningkatan perekonomian Masyarakat saja, melainkan Infrastruktur juga harus menjadi skala prioritas. Hal tersebut menjadi tantangan ketika banyak keluhan masyarakat, terkhusus kalangan Petani di Riau.

"Pembangunan infrastruktur di sektor perkebunan dan pertanian tentu akan sangat membantu masyarakat khususnya petani dalam setia hasil panen yang mereka dapatkan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, beberapa waktu lalu.

Salah sektor yang dibutuhkan oleh petani saat ini menurut dia adalah tersedianya infrastuktur yang memenuhi kegiatan perkebunan. Apalagi sekarang para petani di Riau masih banyak mengalami hambatan dan tidak jarang terkendala dalam memasarkan hasil buminya tersebab infrastruktur jalan yang tidak memadai. Akibatnya, biaya produksi semakin mahal, bahkan ada hasil kebun tidak bisa diangkut dan membusuk.

Dikatakan Andi Rachman, pembangunan infrastruktur untuk kesejahteraan petani ini diantaranya jalan, jembatan dan drainase. Jika ini sudah dilakukan, maka petani akan lebih serius mengelola lahan perkebunannya.

"Kebun petani itu sangat jauh di pedalaman desa. Mereka berani membuka lahannya walaupun infrastruktur tidak ada. Ketika jalan rusak, mereka terpaksa mengangkut hasil perkebunannya dengan cara memikul atau memakai gerobak.

Perkebunan Paling Luas
Perkebunan, khususnya kelapa sawit di Provinsi Riau secara nasional menempati posisi teratas di Indonesia dengan hamparan tanam seluas 2,2 juta hektare atau 25 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit Indonesia sejak dua tahun silam.
 
  
 
Dari luas 2,2 juta hektare perkebunan sawit Riau itu, menurut data Disbun, maka produksi CPO Provinsi Riau tercatat sebesar 7.045.632 ton dan Pabrik Kerjasama Operasional (PKO) tercatat 1.761.408 ton.

Besarnya areal perkebunan sawit di provinsi kaya minyak itu mengindikasikan pula besarnya peluang untuk pengembangan industri hilir kelapa sawit di Riau. Peluang tersebut makin terbuka jika CPO yang dihasilkan dari pabrik kelapa sawit diolah menjadi produk turunannya yang dapat meningkatkan nilai tambahnya.

"Hal ini sejalan dengan target utama dari Kementerian Pertanian RI yakni pengembangan program peningkatan nilai tambah dan daya saing dan ekspor," kata Plt Gubernur Riau Andi Rachman.

Apalagi, katanya, sebagian besar produk sawit Riau di ekspor dalam bentuk CPO (76 persen), dan potensi ini sekaligus mendukung upaya pengembangan industri hilir kelapa sawit di Riau itu.

Kebijakan pengembangan sawit di Riau, katanya, juga sejalan dengan Perpres nomor 32 tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) bahwa Wilayah Sumatera sebagai Koridor Ekonomi Indonesia yaitu Koridor Ekonomi Sumatera. (ADV/Humas)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :