PGN Diharapkan Pasok Gas ke Perusahaan Sawit di Riau

PGN Diharapkan Pasok Gas ke Perusahaan Sawit di Riau

Pekanbaru, RR - Sebanyak 13 perusahaan hilirisasi kelapa sawit di Riau mengharapkan Perusahaan Gas Negara (PGN) segera memasok gas ke Kota Dumai, Provinsi Riau, untuk mendukung produktivitas usaha hilirisasi komoditas non migas di daerah itu.

"Pasokan gas ini dibutuhkan sebagai alternatif penyediaan listrik yang hingga kini masih terbatas," kata Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Rusdi, di Pekanbaru, Selasa (9/12/2014).

Menurut Rusdi, usaha pengembangan produk hilirisasi untuk sawit di Riau sangat potensial apalagi di Kota Dumai, Provinsi Riau, sudah beroperasi 13 industri pengolah CPO Riau dan hilirisasinya baru relatif sedikit.

CPO, katanya, memiliki 40-an lebih turunannya seperti kosmetik, margarin, shortening, vanaspati (vegetable ghee), es krim, bakery fats, mi instan, sabun dan deterjen, cocoa butter extender, chocolate dan coatings, dan lainnya.

"Produktivitas hilirisasi sawit bisa dilakukan secara maksimal di Dumai jika ketersediaan listrik memadai," katanya dan menambahkan, terbatasnya pasokan listrik ke kota itu, telah mengakibatkan perusahaan tersebut justru membangun pembangkit listrik sendiri.

Sementara itu, sumber pemasok gas asal Jambi, yang ditujukan untuk mendukung operasional hilirisasi sawit di Jambi dan Sumut selama ini belum memberikan manfaat bagi Riau. Padahal, jaringan pipa gas melintasi Provinsi Riau, yang seharusnya Riau mendapatkan jaringan aliran yang sama.

Pasokan gas dari PGN dibutuhkan, khususnya juga mendukung indutrialisasi minyak goreng curah di Dumai. Oleh karena itu, perlu diupayakan pembangunan industri kemasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkup perusahaan terkait.

Peluang pasokan gas ke Dumai penting, karena Riau adalah salah satu provinsi penghasil sawit di Indonesia dengan areal perkebunan nomor satu terluas sedangkan produksinya mencapai 7-8 juta ton per tahun. (Bid)

Editor : Ahnof
Komentar Via Facebook :