Gajah Usia 40 Tahun Mati, Tubuh Membusuk di Kebun Sawit

Gajah Usia 40 Tahun Mati, Tubuh Membusuk di Kebun Sawit

Bengkalis, RR - Seekor gajah yang berusia sekitar 40 tahun temukan sudah mati, Ahad (7/12/2014). Kondisinya sudah membusuk dengan tubuh membengkak di perkebunan kelapa sawit milik Danuri Desa, Tengganau Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau.

Gajah ini merupakan kepala rombongan dari kawanan gajah liar di kantong Balairaja, Duri, Bengkalis sesuai dengan GPS Solar yang berada di tubuhnya yang dipasang pada Desember 2013 lalu. Sayangnya, GPS Solar tersebut sudah tidak berfungsi saat bangkai gajah ditemukan.

Sesuai dengan data GPS yang ada, gajah betina ini sudah berumur 40 tahun dan mati di sekitar Jalan Pulai dengan koordinat N 0124483 E 10117100 Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis dengan panjang tubuh sekitar 2,8 meter dan tinggi sekitar 2,5 meter.

Kasi Wilayah III Duri BBKSDS Provinsi Riau H. Ginting ketika dikonfirmasi, Senin (8/12/2014) membenarkan adanya gajah mati diperkebunan milik warga di Desa Tengganau Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. 'Saat ditemukan kondisi bangkai gajah sudah membusuk dan membengkak bahkan dikerumuni ratusan ribu ulat belatung serta lalat. Tidak terlihat ada bekas luka pada tubuh gajah, sehingga diprediksi sementara, gajah liar tersebut mati karena sakit atau keracunan,' ujarnya.

'Hari ini juga pihak BBKSDA akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian hewan yang hampir punah tersebut dan selanjutkan bangkai gajah itu akan dikubur agar bau busuknya juga segera hilang,' terangnya.

Pantauan di lapangan, gajah liar yang mati ini merupakan kepala rombongan dari seluruh gajah untuk jenis kelamin betina. GPS Solar yang dikalungkan dilehernya sejak setahun silam tampak tak berfungsi dan itu dibenarkan anggota BBKSDA di lapangan yang dulu pernah ikut memasangkan GPS Solar tersebut. (Bid)

Editor : Ahnof
Komentar Via Facebook :