Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Mau Bergantung Utang, Sempat Tolak Tawaran Pinjaman IMF
Foto: Ist, Sumber : Net
JOMBANG, RANAHRIAU.COM- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berupaya agar Indonesia tidak bergantung pada pinjaman luar negeri untuk membiayai pembangunan nasional. Prabowo bahkan mengungkapkan bahwa pemerintah sempat menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Menurut Prabowo, pemerintah memang membutuhkan modal untuk menjalankan pembangunan dan menggerakkan perekonomian. Namun, pemerintah lebih memilih menarik investasi dibandingkan menambah beban utang. “Kalau kita bisa dapat investasi, kenapa harus pinjam?” menjadi garis besar sikap pemerintah yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo: Kalau Terpaksa Berutang Harus Selektif
Prabowo mengatakan pemerintah tidak sepenuhnya menutup kemungkinan menggunakan pinjaman. Namun, utang harus dilakukan secara selektif dan dengan mempertimbangkan kemampuan negara. Jika pinjaman memang diperlukan, pemerintah akan memilih skema dengan bunga serendah mungkin sehingga tidak memberikan beban berlebihan terhadap keuangan negara.
Sikap tersebut, kata Prabowo, merupakan bagian dari upaya menjaga kemandirian ekonomi Indonesia. Pemerintah ingin pembangunan nasional tidak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan dari pihak asing.
Pemerintah Klaim Hemat Hampir Rp300 Triliun per Tahun
Dalam pidatonya di hadapan warga Nahdliyin, Prabowo juga mengungkapkan pemerintah telah melakukan penghematan anggaran hingga hampir Rp300 triliun setiap tahun. Menurut Prabowo, anggaran hasil efisiensi tersebut kemudian dialihkan untuk membiayai berbagai program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Prabowo menegaskan kebijakan penghematan bukan semata-mata untuk memperbaiki angka dalam APBN, tetapi harus memberikan dampak nyata kepada rakyat. Ia menyebut pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang layak.
Prabowo Ingin Rakyat Tak Terjerat Rentenir
Selain kebijakan penghematan anggaran, Prabowo juga menyoroti persoalan akses pembiayaan masyarakat. Ia mengatakan masyarakat seharusnya tidak dipaksa mencari pinjaman kepada rentenir untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun mengembangkan usaha. Karena itu, pemerintah berkomitmen menyediakan akses pinjaman yang tidak mengikat dan tidak menjerat masyarakat.
Prabowo menilai keberadaan pembiayaan yang terjangkau sangat penting agar rakyat memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup tanpa harus terjebak dalam utang dengan bunga tinggi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan yang membebani.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong investasi sebagai sumber modal pembangunan. Dengan demikian, kebutuhan modal nasional diharapkan dapat dipenuhi tanpa menjadikan utang luar negeri sebagai pilihan utama.


Komentar Via Facebook :