3 Presiden Turun Langsung Pantau Karhutla di Riau, dari SBY, Jokowi hingga Prabowo

3 Presiden Turun Langsung Pantau Karhutla di Riau, dari SBY, Jokowi hingga Prabowo

Foto: Ist, Sumber : Net

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap atau jerebu bukan persoalan baru bagi Riau. Dalam perjalanan penanganan karhutla, sedikitnya tiga Presiden Republik Indonesia tercatat pernah turun langsung ke Riau untuk memantau upaya pengendalian kebakaran.Ketiga Presiden tersebut adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo Subianto.

Kehadiran langsung para kepala negara tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla di Riau bukan sekadar persoalan daerah. Kabut asap yang berulang bahkan pernah menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga hubungan dengan negara tetangga.

SBY Turun Langsung ke Minas pada 2014

Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, tercatat turun langsung memantau kondisi karhutla di Riau pada 2014. Kala itu, SBY melihat langsung kondisi wilayah terdampak kebakaran di kawasan Minas, Kabupaten Siak. Dalam kunjungan tersebut, SBY didampingi Gubernur Riau saat itu, Annas Maamun, Bupati Siak Syamsuar, serta jajaran TNI dan Polri.

Kehadiran Presiden di tengah kepungan asap kala itu menjadi simbol bahwa karhutla Riau telah menjadi persoalan nasional yang membutuhkan penanganan lintas sektor.

Jokowi Pantau Karhutla Riau

Presiden RI ke-7, Joko Widodo, juga beberapa kali turun langsung memantau penanganan karhutla di Riau. Salah satunya terjadi pada 2019, ketika Jokowi memantau secara langsung upaya pemadaman titik api di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi didampingi sejumlah menteri dan Gubernur Riau Syamsuar.

Kunjungan itu berlangsung ketika karhutla kembali menjadi perhatian serius. Pemerintah saat itu mengerahkan berbagai kekuatan, mulai dari personel TNI-Polri hingga unsur pemerintah daerah untuk mengendalikan kebakaran.

Kini Giliran Prabowo

Pada 2026, Presiden RI Prabowo Subianto juga turun langsung ke Riau untuk memantau penanganan karhutla. Prabowo melakukan rapat koordinasi terkait pengendalian karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Rapat tersebut melibatkan Plt Gubernur Riau, sejumlah menteri serta jajaran TNI dan Polri.

Kehadiran Presiden Prabowo kembali memperlihatkan bahwa persoalan karhutla di Riau masih menjadi perhatian pemerintah pusat. Namun, masyarakat tentu berharap kedatangan Presiden tidak hanya berhenti pada rapat koordinasi dan pemantauan lapangan.

Jangan Tunggu Asap Baru Bergerak

Karhutla seharusnya tidak hanya ditangani ketika api sudah membesar dan asap mulai menyelimuti permukiman. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat mitigasi sejak dini, termasuk pemantauan titik panas, pengawasan kawasan rawan kebakaran, kesiapan personel dan peralatan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.

Riau pernah melewati masa panjang tanpa kabut asap besar. Bahkan, masyarakat sempat merasakan sekitar delapan tahun bebas dari bencana kabut asap sebelum persoalan tersebut kembali muncul.

Karena itu, pengalaman masa lalu seharusnya menjadi pelajaran. Tiga Presiden telah turun langsung ke Riau untuk melihat persoalan karhutla dari dekat. SBY datang, Jokowi datang, dan kini Prabowo juga datang.

Harapannya, kehadiran tiga kepala negara tersebut bukan hanya menjadi catatan sejarah kunjungan Presiden ke Riau, tetapi menjadi momentum untuk mengakhiri siklus api, asap, panik, pemadaman, lalu kembali terulang.

Sebab bagi masyarakat Riau, yang dibutuhkan bukan sekadar Presiden datang ketika asap sudah mengepul. Yang dibutuhkan adalah pemerintah hadir sebelum api membesar.

 

Editor : RRMedia
Sumber : Instagram
Komentar Via Facebook :