Demo DPR Senayan Berujung Bentrok: AMPB Pulang, Massa Lain Lanjutkan Aksi hingga Pos Polisi Dibakar
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM – Unjuk rasa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, mengalami antiklimaks setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dan memilih kembali ke Pati, Jawa Tengah.
Keputusan tersebut diambil setelah delegasi AMPB diterima oleh tiga orang pimpinan DPR. Namun, bubarnya massa AMPB ternyata tidak serta-merta mengakhiri rangkaian aksi di kawasan Senayan. Unjuk rasa justru berlanjut dengan kehadiran kelompok lain dan sejumlah warga di sekitar kawasan Senayan.
Situasi kemudian berkembang menjadi lebih panas ketika sebagian kelompok massa merasa aspirasi mereka tidak ikut diperjuangkan oleh AMPB.
AMPB Pulang, Massa Lain Merasa Ditinggalkan
Kepulangan massa AMPB setelah delegasi mereka diterima pimpinan DPR memunculkan kekecewaan dari kelompok pengunjuk rasa lainnya. Salah satu kelompok yang menyuarakan kekecewaan adalah massa pengemudi ojek online atau ojol.
Mereka menilai AMPB meninggalkan perjuangan bersama setelah delegasinya diterima pimpinan DPR dan massa memilih membubarkan diri. Perbedaan sikap tersebut membuat demonstrasi di Senayan memasuki babak baru.
Jika sebelumnya perhatian tertuju pada AMPB, aksi berikutnya justru diwarnai oleh keberadaan kelompok massa lain dan warga sekitar yang tetap bertahan menyampaikan aspirasi.
Aparat Mulai Melakukan Penghalauan
Memasuki malam hari, situasi di kawasan Senayan dan sekitarnya semakin tegang. Aparat keamanan kemudian melakukan upaya penghalauan terhadap massa yang masih bertahan di sekitar lokasi aksi. Dalam situasi tersebut, bentrokan sporadis terjadi.
Ketegangan semakin meningkat setelah muncul kelompok massa lain yang membawa tongkat bambu. Massa tersebut disebut datang dengan menggunakan sejumlah truk. Kelompok ini disebut berasal dari Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), organisasi kemasyarakatan yang selama ini dikenal memiliki kedekatan politik dengan kubu pendukung Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran kelompok tersebut menambah kompleks situasi di lapangan. Massa dari kelompok berbeda kemudian terlibat aksi saling berhadapan sehingga bentrokan sporadis tidak terhindarkan.
Pos Polisi di Slipi Dibakar
Kericuhan tidak hanya terjadi di sekitar lokasi utama demonstrasi. Sebuah pos polisi yang berada di kawasan Slipi, tidak jauh dari kawasan Senayan, dilaporkan dibakar.
Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat kericuhan yang terjadi. Lima unit truk yang diduga digunakan sebagai kendaraan pengangkut massa turut menjadi sasaran dan dirusak warga.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa aksi yang awalnya berpusat pada penyampaian aspirasi di depan gedung parlemen berubah menjadi kericuhan di sejumlah titik di kawasan Jakarta Pusat.
Pagi Hari, Situasi Kembali Normal
Setelah melewati malam yang diwarnai ketegangan dan bentrokan sporadis, kondisi kawasan Senayan dan sekitarnya kembali normal pada pagi hari. Massa telah meninggalkan sejumlah titik aksi. Aktivitas masyarakat kembali berlangsung seperti biasa. Namun, rangkaian peristiwa tersebut meninggalkan sejumlah pertanyaan.
Mengapa aksi yang semula berlangsung sebagai penyampaian aspirasi dapat berkembang menjadi bentrokan antarkelompok? Mengapa kelompok massa yang berbeda justru berhadapan satu sama lain? Dan yang paling penting, apakah aspirasi yang dibawa para demonstran benar-benar akan mendapatkan tindak lanjut setelah massa meninggalkan jalanan?
Kepulangan AMPB setelah bertemu pimpinan DPR menjadi titik balik aksi. Namun, bagi kelompok lain yang masih bertahan, persoalan belum dianggap selesai.
Pada akhirnya, demonstrasi di Senayan bukan hanya memperlihatkan hubungan antara massa aksi dan pemerintah maupun DPR. Peristiwa tersebut juga memperlihatkan bagaimana perbedaan kepentingan antarkelompok massa dapat mengubah arah sebuah aksi dalam hitungan jam.
Kini, setelah kawasan Senayan kembali normal, perhatian publik bergeser pada tindak lanjut DPR terhadap aspirasi para demonstran serta proses hukum atas kerusakan fasilitas umum dan pembakaran pos polisi. Sebab, ketika massa sudah pulang dan jalanan kembali lengang, pertanyaan terbesar justru baru dimulai: apa yang berubah setelah semua keributan itu?


Komentar Via Facebook :