IKM Terjepit Rupiah Melemah, Ancaman PHK Mulai Membayangi
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Pelemahan daya beli masyarakat dan merosotnya nilai tukar rupiah kian menekan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Meski gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) belum terjadi, pelaku usaha mengaku ruang bertahan mereka semakin sempit.
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya, Nandi Herdiaman, mengatakan kenaikan harga bahan baku telah mencapai sekitar 20 persen sejak memanasnya konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut kini diperparah oleh pelemahan rupiah yang membuat biaya produksi semakin tinggi.
Menurut Nandi, pemerintah tidak cukup hanya menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga harus memastikan sektor riil tetap bergerak agar pelaku usaha kecil dapat bertahan. Ia mengingatkan, tanpa langkah konkret, tekanan terhadap IKM berpotensi memicu pengurangan tenaga kerja di masa mendatang.
IPKB juga mendesak pemerintah memperketat pengawasan terhadap produk impor ilegal yang membanjiri pasar domestik. Selain itu, platform e-commerce diminta lebih berpihak kepada produk lokal dan menutup celah masuknya barang impor ilegal melalui perdagangan daring.
Pelaku usaha menilai perlindungan pasar dalam negeri menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan IKM di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat. Jika tidak segera diatasi, kombinasi pelemahan rupiah, kenaikan biaya produksi, dan persaingan dengan barang impor murah dikhawatirkan akan semakin menggerus daya saing industri nasional.


Komentar Via Facebook :