13 Pengguna Etomidate Diciduk di THM Pekanbaru, Kapolresta Bungkam Soal Anak Pejabat
Anak Pejabat dan Selebgram Diduga Pesta Narkoba Etomidate di Pekanbaru, Kapolresta Tutup Konferensi Pers Saat Dicecar Pertanyaan
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika jenis baru berupa cairan vape mengandung etomidate di Kota Pekanbaru justru memunculkan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta bersama Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Wawan dan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko menggelar konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (26/5/2026).
Dalam keterangannya, aparat mengungkap hasil razia gabungan yang melibatkan POM TNI AD, POM TNI AU, dan Propam Polda Riau pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 23-24 Mei 2026.
Sebanyak 13 orang diamankan dari sejumlah tempat hiburan malam di Pekanbaru. Mereka terdiri dari delapan pria dan lima perempuan yang dikenal sebagai selebgram. Salah satu yang diamankan disebut-sebut merupakan anak seorang pejabat di Kabupaten Pelalawan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan kelompok tersebut diduga menggelar pesta narkoba semalam suntuk bersama sejumlah perempuan selebgram yang sebelumnya pernah tersandung kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Mal SKA Pekanbaru pada Desember 2023.
Dari 13 orang yang diamankan, delapan pria masing-masing berinisial KS (32), RL (22), GFA (23), TT (28), AF (21), MAY (24), FER (22), dan IMF (22). Sementara lima perempuan berinisial FA (23), NR (23), SAP (22), SA (23), dan ALS (23).
Vape Berisi Obat Bius
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolresta menjelaskan bahwa seluruh yang diamankan menjalani pemeriksaan urine di RS Bhayangkara dan dinyatakan positif mengonsumsi etomidate.
Etomidate sejatinya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam tindakan medis. Namun belakangan, zat tersebut disalahgunakan dengan cara dicampurkan ke dalam liquid vape. Efeknya dapat menyebabkan kantuk berat, hilang kesadaran, hingga gangguan sistem saraf.
Di kalangan pengguna, cairan tersebut dikenal dengan berbagai nama dagang seperti Liquid Love Ind, Liquid Gorilla, Liquid Alien, hingga vape yang dicampur metamfetamin atau dikenal sebagai "vape sabu cair". Harganya di pasaran gelap Pekanbaru disebut mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta per cartridge.
Sasaran peredarannya mayoritas kalangan muda dan pengunjung tempat hiburan malam.
Dua Orang Miliki Barang Bukti Narkotika
Hasil asesmen Tim Asesmen Terpadu (TAT) menemukan dua orang yang kedapatan memiliki barang bukti narkotika.
FER (22) ditemukan menyimpan ganja kering seberat 9,86 gram serta empat cartridge etomidate dengan berat total 7,76 gram. Hasil asesmen menyatakan FER tidak terhubung dengan jaringan peredaran narkotika, namun karena barang bukti ganja yang dimiliki melebihi batas 5 gram sebagaimana diatur dalam SEMA Nomor 4 Tahun 2010, statusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Sementara MAY (24) kedapatan memiliki ganja kering seberat 1,39 gram. Hasil pemeriksaan menunjukkan yang bersangkutan merupakan pengguna berat narkotika sejak 2019. Tim medis memutuskan MAY menjalani rehabilitasi rawat inap selama tiga bulan di rumah sakit pemerintah atau swasta yang ditunjuk.
Menurut hasil pemeriksaan, FER diduga menjadi pihak yang memperkenalkan dan memberikan etomidate kepada sejumlah perempuan yang ikut diamankan. Salah satunya perempuan berinisial SA (23) yang disebut sempat menghisap vape etomidate sebanyak tiga kali sebelum mengalami pusing dan menghentikan penggunaannya.
Misteri Barang Bukti dan Tersangka
Meski kasus ini menjadi perhatian publik, konferensi pers yang digelar aparat justru menyisakan sejumlah pertanyaan.
Saat sesi tanya jawab berlangsung, sejumlah wartawan mempertanyakan mengapa barang bukti maupun para tersangka tidak dihadirkan dalam konferensi pers, meskipun wajah mereka bisa saja ditutupi sebagaimana praktik yang lazim dilakukan aparat penegak hukum.
Namun pertanyaan tersebut tidak dijawab.
Kapolresta Pekanbaru justru langsung mengakhiri konferensi pers dan meninggalkan ruangan tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sikap tersebut memunculkan spekulasi di tengah masyarakat, terlebih setelah beredar informasi adanya keterlibatan anak seorang pejabat daerah dalam kasus tersebut.
Bupati Pelalawan Belum Beri Tanggapan
Di lokasi berbeda, pewarta berupaya menelusuri informasi mengenai dugaan keterlibatan anak pejabat Kabupaten Pelalawan dalam pesta narkoba tersebut.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Bupati Pelalawan, Zukri Misran. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun tanggapan atas pertanyaan yang diajukan.
Kasus ini masih terus bergulir. Publik kini menanti transparansi aparat terkait identitas para pihak yang terlibat, asal-usul peredaran etomidate di Pekanbaru, serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik maraknya peredaran narkotika jenis baru tersebut.


Komentar Via Facebook :